Target Kunjungan Wisatawan Filipina
Seorang warga Davao mempraktekan cara membuat nasi goreng dengan dibantu Chef Muhammad Sholihin pada ajang 1st Indonesian Food and Beverages Expo (IFBE) dan Indonesian Culinary Festival (ICF) 2017 di Davao, belum lama ini. (BP/son)
JAKARTA, BALIPOST.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membuat target kunjungan wisatawan Filipina ke Indonesia sebanyak ratusan wisatawan. Hal ini merupakan salah satu upaya memperluas target pasar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Upayanya, melalui beragam cara. Salah satunya dengan menggelar promosi kuliner dan seni budaya Indonesia melalui 1st Indonesian Food and Beverages Expo (IFBE) 2017 dan Indonesian Culinary Festival (ICF) di Davao City.

Kemenpar membuat target kunjungan wisatawan Filipina yang berlibur ke Indonesia sebanyak 217.000 orang. Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (P3M) Kemenpar Prof. I Gde Pitana mengatakan, promosi Wonderful Indonesia di Davao ini bagian dari upaya menarik wisatawan Filipina untuk datang ke Indonesia.

Kemenpar, kata dia, terus mendorong operator penerbangan untuk membuka rute Manado-Davao. Ia optimis, dengan adanya penerbangan langsung ini, jumlah turis Filipina yang datang ke Indonesia akan meningkat. “Jarak Manado-Davao sangat dekat, tidak sampai 1.000 km atau sekitar 90 menit terbang dengan Boeing 737-800,” papar Pitana

Baca juga:  Seperempat Dana Wisatawan Digunakan untuk Mamin
Apalagi, kata Pitana, atraksi wisata di Sulut umumnya sudah berkelas dunia. Wisata baharinya kuat, baik ‘underwater’ maupun bentang pantainya. “Jadi pembukaan rute Manado-Davao ini menjadi solusi menarik wisatawan Filipina, karena aksesnya dekat ke Pulau Cebu, Davao. Turis di sana bisa ditarik juga ke Manado,” katanya.

Kegiatan

Pitana menambahkan, selain menggelar pentas seni dan budaya serta pameran pariwisata Indonesia, ICF diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain demo masak masakan Indonesia yang dibawakan Chef Joko Wiyono dan Chef Muhammad Solihin. Beberapa menu makanan yang mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat Davao seperti gado gado (mix steamed vegetables with peanut sauce) Asinan Jakarta (mix fresh vegetable, fresh fruit with sweet & sour sauce), Urap (steam mix vegetable with coconut grated sauce), Rujak (mix fresh fruit with palm sugar sauce).

Kemudian juga disajikan telor teri kacang (egg rolled fill with fried anchovy and nuts), Bakwan jagung dan udang (fried dumpling corn and prawn), Tahu gejrot (deep fried tofu with palm sugar sauce with shallot and chili padi), Cumi kuah karabu (Roasted squid with coconut milk, shallot, chilli sauce) serta Sop Buntut (beef oxtail soup), dan Soup ikan (fish soup).

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao, Berlian Napitupulu mengatakan IFBE dan ICF digelar dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerjasama antara Indonesia dengan Filipina Selatan. Khususnya di bidang ekonomi, pariwisata, dan budaya. Ia berharap agar lebih banyak perdagangan langsung antara kedua negara, karena sebagian produk Indonesia di pasar Filipina masuk melalui negara ketiga. (Nikson/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.