DENPASAR, BALIPOST.com – Rangkaian pelaksanaan tawur kesanga dan Hari Raya Nyepi tahun baru Caka 1939, diawali dengan upacara melasti. Kegiatan melasti ini dilakukan oleh masing-masing desa pakraman sebagai simbol menyucikan alam semesta dan juga diri sendiri yang bertempat di laut dan juga sumber air lainnya.

Aktivitas melasti sudah terlihat di sejumlah pantai di Denpasar. Beberapa titik pantai di Denpasar , Jumat (24/3) sejak subuh telah dipadati umat Hindu untuk melaksanakan upacara melasti. Konsentrasi umat Hindu yang terbanyak terlihat di Pantai Padanggalak, Kesiman.

Beberapa pratima dari masing-masing pura khayangan tiga di desa pakraman di Denpasar mulai memasuki pantai sejak subuh. Tampak Desa Pakraman Peguyangan, Denpasar Utara memadati pantai Padanggalak sejak pagi.

Baca juga:  Serangkaian Nyepi, Umat Hindu di Blitar Gelar Melasti
Sementara itu, pantai lainnya, seperti Matahari Terbit, Sanur,  Pantai Bali Beach juga terlihat beberapa umat melakukan melasti. Namun, puncak melasti akan terjadi Sabtu (25/3).

Diserbu PKL

Sementara itu, suasana berbeda terlihat saat melasti di Pantai Padanggalak, Kesiman. Bila sebelumnya, jumlah pedagang kaki lima (PKL) tidak terlalu banyak, kali ini keberadaan pedagang cukup banyak.

Banyaknya umat Hindu melakukan upacara melasti di pantai itu, dimanfaatkan oleh para pedagang kaki lima untuk meraup keuntungan yang lebih banyak. Mereka terlihat memadati lahan kosong yang berada di sebelah barat pantai untuk berjualan. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.