Pria Penuh Benjolan
Sekujur tubuh I Wayan Tuntun penuh benjolan. (BP/ist)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pria penuh benjolan, I Wayan Tuntun (51), kondisi tubuhnya membuat orang iba. Menurut warga Banjar Dinas Sindu Bali, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen ini, penyakit aneh yang dideritanya itu, bermula dari getah nangka yang jatuh di kepalanya.

Saat itu dia berusia delapan tahun. Dari getah pohon nangka itu, tiba-tiba menimbulkan rasa gatal. Setiap titik rasa gatal itu, lantas tumbuh benjolan-benjolan aneh.

Awalnya, benjolannya itu ukurannya kecil-kecil. Tetapi seiring waktu berjalan dan dia semakin dewasa, benjolan-benjolan itu semakin membesar dan bertambah banyak. Tuntun memperlihatkan, benjolannya itu ada dari kepalanya, wajah, leher, tangan, badan hingga ke kakinya.

Baca juga:  Derita Penyakit Aneh, Pria Ini Penuh Benjolan di Sekujur Tubuh
Hampir di seluruh tubuhnya penuh dengan benjolan aneh yang sampai sekarang belum diketahui jenia penyakit apa itu. “Dulu pernah ditangani, dioperasi juga pernah. Tapi, setelah dioperasi, jumlahnya justru makin banyak. Tumbuh subur,” kata Tuntun.

Terbiasa

Warga sekitar juga sudah terbiasa dengan sosok aneh Tuntun yang penuh benjolan aneh sampai ke wajahnya. Tuntun tetap menjalani hidup seperti biasa bersama empat anggota keluarganya.

Camat Sidemen, A.A Made Agung Surya Jaya, menurunkan tim untuk melihat langsung Tuntun dan keluarganya di Desa Sinduwati. Tim Camat Sidemen, dipimpin langsung Kasi Kesra I Nengah Suarya, turun langsung menemui Tuntun di rumah sederhananya.

Tuntun dan keluarganya mengucapkan terima kasih kepada pihak kecamatan. Ia berharap bisa sembuh dari penyakit aneh ini. Tuntun ingin disisa usia hidupnya bisa hidup normal, sama seperti warga lainnya.

Dia sudah bertahun-tahun hidup dengan kondisi aneh seperti itu. Dengan bantuan dan fasilitasi dari Kecamatan Sidemen, dia berharap ini menjadi pembuka jalan baginya untuk bisa hidup normal. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.