LEICESTER, BALIPOST.com – Dongeng Leicester City berlanjut. Setelah sukses menjuarai kompetisi Liga Utama Inggris pada musim lalu, klub berjuluk the Foxes itu kini lolos ke babak perempatfinal Liga Champions.

Jamie Vardy dkk menundukan Sevilla 2-0 pada pertandingan kedua babak 16 besar, Rabu (15/3). Dengan demikian, dikutip dari AP, Leicester unggul keseluruhan 3-2 setelah di laga pertama di kandang Sevilla menyerah 1-2.

Pada Maret dua tahun lalu, Leicester City menempati peringkat terbawah klasemen Liga Utama Inggris setelah ditahan imbang Hull City 0-0.

Namun kini kondisi terbalik total. Jumat nanti tim asuhan Craig Shakespeare bersanding dengan klub-klub hebat Eropa seperti Barcelona, Real Madrid, Bayern Munich, Borussia Dortmund, Juventus dan dua lainnya dalam pengundian babak perempatfinal di Nyon.

Baca juga:  Comeback Barca Tak Akan Pernah Dilupakan
“Kami membuktikan bahwa apa yang dikatakan orang-orang itu keliru dan apa yang tak mungkin kini menjadi kenyataan,” jelas kapten Leicester Wes Morgan yang menyumbang satu gol pada pertandingan di stadion King Power kemarin. “Kami akan hadapi siapa pun yang akan menjadi lawan kami.”

Hancur

Musim lalu tak seorang pun mengandalkan klub tersebut bakal menjadi juara. Kendati musim ini prestasi mereka hancur berantakan di kompetisi domestik, namun keberhasilan mencapai babak delapan besar Liga Champions menjadi prestasi tersendiri.

Pendukung Leicester memajang spanduk bertuliskan “Let slip the dogs of war,” di tribun penonton sebelum pertandingan dimulai. Kutipan itu diambil dari drama ‘Julius Caesar’ karya pujangga Inggris William Shakespeare. Nama belakang itu seperti nama pelatih baru Craig Shakespeare.

Ia menggantikan Claudio Ranieri yang mengantarkan klub ini juara musim lalu. Ranieri dipecat beberapa waktu lalu setelah Leicester menelan serangkaian kekalahan dan terlempar hingga zona degradasi.

Sevilla sendiri tak bisa dipandang sebelah mata. Klub arahan Jorge Sampaoli ini tercatat tiga kali berturut-turut menjuarai Liga Eropa. Musim ini klub tersebut menempati peringkat ketiga Liga Spanyol di bawah Real Madrid dan Barcelona.

Namun tekanan penonton di stadion King Power membuat mereka melakukan pelanggaran kasar di ujung kotak penalti pada menit ke-27.
Gelandang terbaik Riyad Mahrez melepaskan umpan dan dibelokan Morgan yang berbuah gol. Pemain sayap Marc Albrighton menambah gol menit ke-54 lewat tembakan kaki kiri setelah bek Sevilla Adil Rami kurang akurat membuang bola dari areal pertahanannya.

Sevilla sempat membuat peluang setelah tembakan jarak jauh Sergio Escudero menerpa tiang. Perjuangan mencetak gol balasan menjadi anti klimaks setelah pengatur serangan Samir Nasri terkena kartu merah.

Pemain Prancis itu melanggar Wilfried Ndidi di babak pertama dan mendapat kartu kuning. Kartu kuning kedua yang kemudian berubah menjadi kartu merah terjadi di menit ke-74 setelah membenturkan kepalanya ke wajah Vardy. Sampaoli bereaksi di pinggir lapangan dan juga mendapatkan kartu merah karena memrotes keputusan wasit.

Peluang Sevilla langsung tertutup setelah penalti Steven N’Zonzi pada menit ke-79 dapat digagalkan kiper Kasper Schmeichel. Ini menjadi kegagalan ganda klub Spanyol itu karena di laga sebelumnya
Schmeichel juga berhasil menghentikan tembakan penalti Joaquin Correa. “Ini menentukan, kami gagal menuntaskan dua tembakan penalti,” sesal Sampaoli. (Yudi Winanto/balipost)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.