Aktivitas penyeberangan di perairan Selat Bali. (BP/dok)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Tarif baru akan diberlakukan untuk penyeberangan Ketapang – Gilimanuk pada akhir Maret. Namun, nominal kenaikan tarif itu belum dibuka ke publik.

Kepastian naiknya tarif penyeberangan ini dibenarkan Kepala Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan (OPP) Gilimanuk, Arief Muljanto, Minggu (12/3). Pejabat ini menegaskan, tarif baru penyeberangan tinggal menunggu persetujuan Menteri Perhubungan, termasuk dibuatkan Peraturan Menteri (Permen). “Kepastian kenaikan tarif memang sudah ada. Rencananya, Maret ini akan naik. Tapi, besarannya belum tahu,” kata Arief.

Pejabat ini tak menampik sejak tiga tahun terakhir belum ada kenaikan tarif penyeberangan. Justru, beberapa kali turun akibat turunnya harga BBM.

Baca juga:  Polres Banyuwangi Lipat Gandakan Personel di Ketapang
Usulan kenaikan tarif, kata Arief selalu diajukan para pengelola kapal. Menurutnya, besaran kenaikan tarif tetap memperhatikan iklim usaha dan kemampuan daya beli masyarakat. “Kalau tarif naik, tapi menganggu iklim investasi, justru kurang bagus,” jelasnya.

Rencana kenaikan tarif penyeberangan ini disambut gembira para pemilik kapal. Ketua DPC Indonesia National Ferry Owners Association (INFA) Banyuwangi, Waspada Heruwanto mengatakan pihaknya sudah lama menunggu kenaikan tarif penyeberangan. Sebab, setiap tahun harga onderdil kapal selalu naik. Lalu, upah anak buah kapal ikut naik. Namun, tarif penyeberangan yang diputuskan pemerintah belum mengalami kenaikan. “Kita rutin setiap tahun mengajukan kenaikan tarif melalui INFA pusat. Namun, sudah dua tahun terakhir belum ada kenaikan,” jelasnya.

INFA Pusat mengusulkan kenaikan tarif penyeberangan secara nasional naik sekitar 15-20 persen. Sehingga, pendapatan kapal bisa memenuhi tingginya biaya operasional. “Harga onderdil selalu mengikuti kurs dollar. Tapi, harga tiket penyeberangan tak selalu naik tiap tahun,” imbuhnya. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.