Nyoman Dhamantra. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Pembangunan Bali harus dirancang secara terpadu dan holistik. Bali tak bisa hanya berpikir pada upaya-upaya menyeimbangkan pembangunan tanpa melakukan kajian yang matang. “Sudah saatnya format yang mendasar dan menyeluruh dari pembangunan Bali untuk dikritisi dengab kritis. Evaluasi secara bersama-sama harus dilakukan,” ujar anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Nyoman Dhamantra, Senin (6/3).

Ia mengatakan selama ini ada kesan ketika Bali selatan penuh sesak dan terkesan mengalami kelebihan kapasitas, secara sederhana kita berpikir membangun diarahkan ke Bali utara, barat dan timur. “Ini strategi yang harus dibicarakan dan dimatangkan. Jangan sampai ketika pembangunan diarahkan ke Bali utara dan masyarakat Bali utara mengalami nasib yang sama dengan saudaranya yang ada di Bali Selatan. Yang kita khawatiran saat Bali utara maju, penduduk lokal setempat juga tergusur,” ujarnya.

Untuk itu, salah satu putra Bali yang getol menyuarakan penyelamatan alam Bali ini berharap ada ruang konsultasi dan kajian yang lebih luas untuk memikirkan pembangunan Bali ke depan. Pijakannya adalah kemerdekaan yang merupakan mindset dan pembangunan itu diselenggarakan untuk mengukuhkan kemerdekaan itu sendiri.

Baca juga:  Bali Tak Melulu Pariwisata, Perlu Dikembangkan Sektor Lain
Pembangunan diharapkan dapat memberi kesejateraan rakyat dengan kebahagiaannya. Pembangunan tidak sekedar menghitung angka pertumbuhan investasi,GDP, perkapita dan income.

Rakyat Bali yang selama ini hanya berdiam diri dan hanya bisa menerima keterpinggirannya harus mulai bangkit menuntut kepada pemerintah serta mengingatkan para politisi untuk lebih serius dan fokus menyelesaikan kesenjangan ataupun proses keterpinggiran yang ada. “Pemerintah daerah jangan sampai hanya menjadi kelompok status quo dng kemapananya mengelola kekuasaan, sementara rakyat menjerit akibat dihantui oleh proses pemiskinan dan gelapnya masa depan mereka,” tegasnya. (Dira Arsana/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.