MANGUPURA, BALIPOST.com – Tujuh Stock Exchange (Bursa Efek) dari 6 negara di ASEAN akan menjalin kerjasama untuk memperkuat bursa efek ASEAN. Menurut Chairman of the 26th ASEAN CEO Meeting, Tito Sulistio, jika semua perusahaan bursa efek di ASEAN yang jumlahnya 3.814 perusahaan bergabung, akan menjadi perusahan bursa efek terbesar di dunia.

Bahkan, ia optimis bisa mengalahkan New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq. Namun kenyataanya, trading value perusahaan bursa efek di Asean di bawah 1 persen dari total dunia, market kapitalisasi 3,1 persen, likuiditas 40 persen. “Kalau sendiri-sendiri jualan agak sulit bersaing. Kita menyepakati bahwa akan menjalin kerjasama lebih dalam dan lebih konkret,” ujar Tito yang juga Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/3).

Selanjutnya, yang menjadi perhatian adalah mengharmonisasi kerangka peraturan yang ada. Mengingat setiap negara mempunyai peraturan masing-masing. “Bagaimana memfasilitasi isu yang mungkin tumbuh di produk Asean. Bagaimana melakukan cross listing produk-produk di Asean. Bagaimana standarisasi serta pengakuan antarbursa terhadap profesional,” urainya.

Baca juga:  Presiden Jokowi Kunjungi Posko Pengungsian Gunung Agung

Terkait cross listing (mencatatkan suatu saham di beberapa bursa saham yang ada di luar negeri) yang pertama harus dilakukan adalah melakukan perjanjian bilateral. Ada 3 negara yang mengevaluasi tradingnya bersama yaitu Malaysia, Singapura dan Thailand. “Kita coba cross listing di 10 perusahaan di 2 negara dulu,” ungkapnya.

Listing tersebut secara bertahap akan dilakukan. Kendala peraturan membuat pihaknya tidak bisa cepat merealisasikannya. Namun hal ini diakali dengan IDR (Indonesia Deposit Receipt).

Ia yakin dengan kolaborasi bursa efek Asean akan berdampak positif bagi bursa yang berpartisipasi. Menurutnya, sejak 6 negara tersebut berkumpul dan menjalin komunikasi kapitalisasi pasar, minat masyarakat berinvestasi naik signifikan.

Ke depannya, 6 negara dengan 7 perusahaan bursa efek tersebut sepakat tidak akan saling menjatuhkan, tapi saling support. “Kita akan bikin peraturan yang tidak membunuh negara lain,” tandasnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.