
SINGASANA, BALIPOST.com – Penataan infrastruktur di kabupaten Tabanan terus dilakukan, kini giliran Terminal Kediri yang direvitalisasi. Dianggarkan Rp1,94 miliar dari APBD perubahan 2026, penataan sudah mulai dikerjakan November ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan, I Gde Made Partana mengatakan revitalisasi Terminal Kediri adalah salah satu kegiatan penataan fasilitas publik yang didanai melalui APBD Perubahan 2026. Nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp1.940.630.000.
Salah satu perubahan yang akan terlihat nantinya yakni pada pembangunan gapura atau gate di pintu masuk terminal dengan bentuk lumbung (jineng) sederhana untuk mempercantik wajah terminal sekaligus menghadirkan sentuhan arsitektur khas Bali. Kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi sejumlah patung patih sebagai ornamen penghias.
“Pengerjaan mulai November ini, para pekerja juga sudah melakukan pemasangan paving di area terminal. Dan di sisi timur terminal yang berdekatan dengan Patung Siwa Murti juga sudah terpasang dinding pembatas sebagai bagian dari area pekerjaan,” jelasnya, Rabu (14/11).
Partana menyebutkan, pengerjaan proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. “Jika tidak ada kendala, Desember penataan terminal sudah rampung, sehingga nantinya salah satu fasilitas publik ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ucapnya.
Lanjut dikatakan Partana, revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya pembenahan fasilitas publik di Tabanan. Sebelumnya, penataan juga dilakukan di Terminal Pesiapan. Kini, Terminal Kediri mendapat giliran pembenahan dengan menghadirkan elemen bangunan bernuansa Bali. “Jadi, seluruh terminal terlihat lebih tertata dengan baik,” harapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, I Putu Dian Setiawan mengatakan, selama proses penataan Terminal Kediri, bus Trans Metro Dewata tidak dapat masuk ke area terminal karena akses pintu masuk ditutup sementara. Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, titik naik dan turun penumpang dipindahkan ke jalan di depan terminal. “Pengalihan sifatnya sementara hanya sampai pekerjaan revitalisasi selesai,” ucapnya.
Menurutnya, selama ini naik turun penumpang Trans Metro Dewata berada di dalam area terminal. Namun, karena sedang ada perbaikan wajah depan terminal dan penataan pelataran, bus untuk sementara harus mengambil dan menurunkan penumpang di luar area terminal.
“Untuk sementara pelayanan naik dan turun penumpang dilakukan di depan terminal. Setelah pekerjaan perbaikan selesai, pelayanan akan kembali seperti semula,” jelasnya.
Dishub Tabanan mengimbau masyarakat, khususnya pengguna Trans Metro Dewata, agar memperhatikan perubahan titik naik dan turun tersebut sehingga tidak keliru menuju lokasi pemberhentian bus. Pengalihan ini dilakukan semata-mata untuk menyesuaikan kondisi selama pekerjaan berlangsung, tanpa menghentikan pelayanan transportasi umum kepada masyarakat. (Puspawati/balipost)


