Upaya penyelamatan sarang ular king kobra di kebun warga Desa Angkah Kaja, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat (30/10). (BP/Istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya penyelamatan sarang ular king kobra di kebun warga Desa Angkah Kaja, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat (30/10), boleh dikatakan cukup menarik. Pasalnya melibatkan relawan asal Australia.

Pasangan suami istri tersebut ikut membantu tim rescue mengamankan sarang yang berisi 22 butir telur. Sementara induk ular sepanjang sekitar 2,2 meter berhasil melarikan diri ke aliran Sungai Tukad Balian.

Keterlibatan pasangan warga Australia itu bukan kali pertama dalam kegiatan penyelamatan reptil di Bali. Keduanya diketahui rutin ikut membantu proses evakuasi ular berbisa setiap kali berkunjung ke Pulau Dewata.

Baca juga:  BNI Wilayah Denpasar Sumbangkan APD ke RS UNUD

Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan kehadiran relawan asing tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian satwa liar. Menurutnya, penyelamatan reptil tidak hanya bertujuan menghindari ancaman bagi masyarakat, tetapi juga menjaga keberadaan satwa agar tidak dibunuh ketika ditemukan di sekitar aktivitas warga.

Dalam proses evakuasi tersebut, tim menemukan sarang king kobra dengan panjang sekitar 115 sentimeter dan lingkar mencapai 230 sentimeter. Di dalam sarang tersebut terdapat 22 butir telur.

Baca juga:  Dewan Tabanan Sidak Proyek Ciputra Beach Resort

Induk ular diperkirakan memiliki panjang sekitar 2,2 meter dan diduga baru pertama kali bertelur. Namun, saat hendak diamankan, induk king kobra tersebut justru melarikan diri menuju aliran Sungai Tukad Balian. Tim hanya berhasil mengamankan sarang beserta telur-telurnya.

Astridayanti mengatakan, temuan sarang tersebut tentu harus jadi perhatian masyarakat, terutama saat ini mulai memasuki musim penghujan yang bertepatan dengan musim bertelur king kobra. Kondisi ini membuat warga yang beraktivitas di kebun maupun ladang perlu lebih waspada.

Baca juga:  Ulundanu Beratan Tetap Dikunjungi Wisman, Segini Jumlahnya

“Jangan sampai masyarakat mencoba menangani sendiri ketika menemukan ular atau sarangnya. Selain berisiko terkena gigitan berbisa, tindakan mengusik sarang juga bisa memicu ular menyerang,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada petugas atau tim penyelamat apabila menemukan ular berbisa maupun sarangnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN