
JAKARTA, BALIPOST.com – Perjuangan Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia & Festival U-15 FIFA 2026 belum membuahkan hasil positif. Setelah sebelumnya dihantam Luksemburg 1-6, Garuda Muda kembali menelan kekalahan, kali ini takluk 1-5 dari Prancis pada semifinal perebutan posisi runner-up Tier C di Hovsan Competition Complex, Baku, Azerbaijan, Kamis (29/10).
Dilansir dari Kantor Berita Antara, Indonesia sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Namun, konsentrasi lini pertahanan menjadi persoalan setelah Prancis mampu mencetak dua gol cepat hanya dalam rentang satu menit pada menit kesembilan dan kesepuluh.
Situasi semakin sulit bagi skuad Garuda Muda setelah kesalahan di sisi kanan pertahanan pada menit ke-14 kembali dimanfaatkan Prancis untuk mencetak gol ketiga. Indonesia pun harus menutup babak pertama dengan ketertinggalan 0-3.
Memasuki babak kedua, Prancis tidak mengendurkan tekanan. Bahkan, ketika pertandingan baru berjalan dua menit, mereka kembali membobol gawang Indonesia melalui kombinasi umpan satu-dua sentuhan yang membongkar pertahanan Garuda Muda.
Tertinggal empat gol, Indonesia berusaha bangkit. Perubahan permainan mulai terlihat dalam sepuluh menit terakhir. Anak-anak asuhan Furqon Alkatiri tampil lebih berani menyerang dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Upaya tersebut akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-34. Gol Indonesia berawal dari kesalahan umpan pemain Prancis yang justru mengarah kepada pemain Garuda Muda di depan kotak penalti. Kesempatan itu berhasil dimaksimalkan untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4.
Indonesia bahkan memiliki peluang menambah gol empat menit berselang melalui situasi serupa. Sayangnya, penyelesaian akhir pemain Indonesia masih melebar tipis dari sasaran.
Ketika Garuda Muda berusaha mengejar ketertinggalan, Prancis justru kembali menghukum pertahanan Indonesia. Tusukan pemain lawan yang diakhiri dengan tendangan keras menghasilkan gol kelima sekaligus memastikan kemenangan 5-1 bagi Prancis.
Hasil ini memperpanjang catatan kekalahan Indonesia setelah sebelumnya juga menyerah 1-6 dari Luksemburg. Garuda Muda pun harus menjadikan dua pertandingan tersebut sebagai bahan evaluasi, terutama dalam menjaga konsentrasi pertahanan, mengantisipasi serangan cepat, dan meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir. (Suka Adnyana/balipost)







