BKSDA Bali mengevakuasi seekor landak yang merupakan satwa dilindungi dari rumah warga di Banjar Banda, Desa Saba. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Seekor landak yang merupakan satwa dilindungi berhasil dievakuasi dari rumah warga di Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Senin (26/10). Penyelamatan ini melibatkan koordinasi cepat antara warga setempat, aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

​Peristiwa bermula ketika pemilik rumah, Ketut Tarka dikejutkan oleh kemunculan seekor landak yang masuk ke area kediamannya. Menyadari satwa tersebut memerlukan penanganan khusus dan berpotensi dilindungi, ia segera melapor kepada pihak kelurahan.

Baca juga:  Tutupi Irigasi, Wabup Kasta Ikut Evakuasi Material Longsor

​Menindaklanjuti laporan tersebut, Babinsa Desa Saba, Serka I Nyoman Sayang bersama Bhabinkamtibmas Aipda I Nyoman Mara Arta, Kepala Dusun Banda, serta unsur masyarakat langsung bergerak cepat menuju lokasi. Dengan menggunakan sangkar dan peralatan evakuasi yang tepat, satwa liar tersebut berhasil diamankan tanpa mengalami cedera.

​Perbekel Desa Saba, I Ketut Redhana, Selasa (27/10), mengapresiasi kesigapan warga serta sinergi aparat dalam menangani temuan satwa liar ini. Menurutnya, kehadiran unsur terkait di lokasi menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap perlindungan dan pelestarian satwa yang dilindungi undang-undang.

Baca juga:  Sudah Seminggu Lebih, Proses Evakuasi Kendaraan di KMP Dharma Rucitra III Baru Mulai

​Setelah berhasil dievakuasi, landak tersebut langsung diserahkan kepada petugas BKSDA Bali. Satwa itu akan menjalani pemeriksaan kesehatan, perawatan, dan proses konservasi lanjutan sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya berdasarkan hasil asesmen tim ahli.

​Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan kesadaran hukum masyarakat, BKSDA Bali menyerahkan piagam penghargaan kepada Ketut Tarka dan warga setempat yang telah proaktif melaporkan serta membantu penyelamatan satwa liar tersebut. ​Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat luas agar senantiasa melapor kepada instansi berwenang apabila menemukan satwa liar di sekitar permukiman, demi keamanan bersama sekaligus kelestarian keanekaragaman hayati di Bali. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Swafoto di Pantai Kelingking, WN Ceko Alami Cedera Diterjang Ombak 
BAGIKAN