
DENPASAR, BALIPOST.com – Sebagai upaya memperluas akses literasi bagi siswa SD dan merealisasikan program Perpustakaan di Ruang Terbuka (Patra), Mobil Perpustakaan Keliling (Pusling) menyasar dua SD negeri di wilayah Serangan, yakni SDN 2 dan 3, Jumat (23/10).
Kepala Sekolah SD Negeri 3 Serangan, I Wayan Parta, mengatakan kegiatan Pusling ini sudah ketiga kalinya dilaksanakan. Ia menyambut baik sinergi antara sekolah, BTID, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Denpasar, serta pihak mitra ini karena membantu keterbatasan fasilitas literasi yang dihadapi sekolah.
“Sekolah kami memang ada keterbatasan di bidang literasi. Jadi dengan adanya perpustakaan keliling ini sangat-sangat membantu, anak-anak punya pilihan bacaan
yang lebih banyak,” ujar Parta.
Ia pun mengatakan upaya jemput bola ini sangat membantu. “Sekolah kami berada di wilayah Serangan yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga kehadiran program jemput bola ini sangat membantu anak-anak di sini,” tambahnya.
Salah satu murid kelas 6, Putu Mikhaila Chandra Kirana, mengaku senang karena bisa membaca buku di Pusling. “Senang. Biasanya suka baca sejarah sama astronomi,” ujarnya.
Langkah penguatan literasi ini menjadi perhatian bersama, mengingat tantangan tingkat literasi anak sekolah dasar yang dinamis. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, capaian literasi pada jenjang SD mencatatkan angka 86,85 pada tahun 2025 dari sebelumnya 88,5 pada tahun 2024.
Sementara itu, indikator numerasi mengalami peningkatan positif dari 75,54 menjadi 81,81. Dinamika ini menjadi dorongan bersama bagi para pemangku kepentingan untuk terus mendampingi anak-anak dalam menjaga konsistensi kebiasaan membaca.
Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan pihaknya berupaya terus menjembatani program-program pendidikan yang inklusif dan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen perusahaan. “Buku-buku yang disalurkan merupakan hasil donasi langsung dari para karyawan BTID untuk membantu melengkapi koleksi bacaan bagi anak-anak di SD Negeri 2 dan SD Negeri 3 Serangan.” (Ketut Winata/balipost)






