
SINGASANA, BALIPOST.com – Kawasan Pasar Taman Sari dan Taman Perjuangan Singasana di Desa Delod Peken, Tabanan, mulai menunjukkan wajah barunya. Proyek revitalisasi yang menghabiskan anggaran Rp6,84 miliar tersebut kini memasuki tahap penyelesaian eksterior bangunan menyerupai Kapal Pinisi. Hingga Selasa (20/10), progres pengerjaan fisik telah mencapai 77,677 persen.
Penataan kawasan ini seperti diketahui tidak hanya menyasar pembenahan fasilitas perdagangan tradisional, namun juga mengintegrasikan aktivitas ekonomi masyarakat dengan ruang publik. Nantinya, kawasan tersebut diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus menghadirkan daya tarik baru di jantung Kota Tabanan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan, I Gde Made Partana, mengatakan pekerjaan struktur utama bangunan pasar telah rampung. Saat ini, pengerjaan diarahkan pada penyempurnaan tampilan luar bangunan, khususnya bagian atas yang mengusung konsep Kapal Pinisi. “Untuk struktur utama sudah selesai dikerjakan. Sekarang pekerjaan difokuskan pada penataan eksterior dan penyempurnaan bentuk bangunan Kapal Pinisi agar sesuai dengan konsep yang direncanakan,” ujar Partana, Selasa (20/10).
Menurutnya, hingga saat ini pelaksanaan proyek masih berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti. Pihaknya terus mengupayakan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Partana menjelaskan, revitalisasi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan fungsi kawasan. Aktivitas perdagangan tradisional tetap dipertahankan pada bagian bawah bangunan. Sementara itu, area bangunan berkonsep Kapal Pinisi direncanakan menjadi tempat usaha berupa coffee shop atau kafetaria.
Keberadaan fasilitas tersebut akan dipadukan dengan Taman Perjuangan Singasana sebagai ruang terbuka publik. Dengan konsep ini, masyarakat tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga dapat memanfaatkan kawasan sebagai tempat bersantai dan berkumpul.
“Konsep penataannya menggabungkan beberapa fungsi dalam satu kawasan. Pasar tetap menjadi tempat aktivitas perdagangan, sementara fasilitas usaha dan ruang terbuka diharapkan mampu mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Proyek revitalisasi Pasar Taman Sari dan penataan Taman Perjuangan Singasana tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tabanan tahun 2026 sebesar Rp6.844.579.000. Pekerjaan dilaksanakan dengan masa kontrak selama 180 hari kalender.
Dengan capaian fisik yang telah melampaui 77 persen, Dinas PUPR Tabanan optimistis sisa pekerjaan dapat dirampungkan pada November 2026. “Kami tetap mengacu pada target penyelesaian November. Harapannya, seluruh pekerjaan bisa dituntaskan sesuai jadwal sehingga kawasan ini segera dapat dimanfaatkan secara optimal,” pungkas Partana. (Puspawati/balipost)



