Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra meninjau sejumlah SPBU pada Minggu (18/10). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Ketersediaan BBM di Kabupaten Buleleng mulai membaik. Stok Pertalite dan Solar di 20 SPBU telah melampaui stok normal. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU pun berangsur terurai.

Berdasarkan data ketersediaan BBM per Minggu (18/10) pukul 10.08 WITA, stok Pertalite tercatat mencapai 351.169 liter atau 144,51 persen dari stok normal. Sementara itu, stok Solar mencapai 120.186 liter atau 158,14 persen.

Kondisi ini menunjukkan pasokan kedua jenis BBM bersubsidi tersebut mulai pulih dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Meski demikian, ketersediaan BBM nonsubsidi masih belum optimal. Stok Pertamina Dex tercatat 72,38 persen, Pertamax 39,91 persen, dan Pertamax Turbo 34,37 persen dari stok normal. Terbatasnya stok sejumlah BBM nonsubsidi ini masih menjadi perhatian di tengah upaya menormalkan pelayanan dan mengurai antrean di SPBU.

Baca juga:  Perlu Ditingkatkan, Pengawasan Tata Ruang dan Hutan dari Oknum Investor Nakal

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Dagprinkop UKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan pasokan Pertalite dan Solar kini sudah lebih maksimal. Bahkan, pasokan Pertalite telah melampaui kebutuhan harian masing-masing SPBU. Namun, masih terdapat SPBU yang mengalami kekosongan stok.

“Pertalite itu sudah maksimal. Pasokannya sudah melampaui kebutuhan harian masing-masing SPBU. Cuma, masih ada satu yang kosong, yakni Pertalite di SPBU Jalan A. Yani,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/10).

Menurut Sudiarta, kondisi stok Pertamax masih belum maksimal. Karena itu, tambahan pasokan dari Pertamina diharapkan dapat menstabilkan ketersediaan BBM nonsubsidi tersebut. Pasokan yang lebih merata dinilai penting agar kebutuhan masyarakat terhadap berbagai jenis BBM dapat terpenuhi.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dalam rapat satuan tugas (satgas), Pertamina telah diminta memaksimalkan suplai BBM ke SPBU. Tambahan pasokan, khususnya Pertamax, diharapkan segera masuk sehingga ketersediaannya semakin stabil.

Baca juga:  Gubernur Bali Pantau Sejumlah SPBU, Terungkap Ada Lonjakan Kebutuhan BBM 2 Kali Lipat

“Kalau nanti ada pasokan masuk, khususnya Pertamax, pada sore atau malam, diharapkan kondisinya bisa lebih stabil,” katanya.

Terkait penerapan sistem ganjil-genap di sejumlah SPBU, Sudiarta menyebut kebijakan tersebut turut memberikan pengaruh terhadap pengaturan antrean kendaraan. Menurut dia, sebagian besar SPBU yang dipantau telah menerapkan sistem tersebut.

Kendati demikian, pengelola SPBU tetap diminta memperhatikan kondisi antrean agar pelayanan berjalan lebih tertib. “Cukup berpengaruh penerapannya, sehingga antrean semakin terurai,” jelasnya

Selain pemenuhan BBM untuk kendaraan bermotor, Pemkab Buleleng juga menyoroti kebutuhan BBM bagi nelayan dan petani yang menggunakan jeriken untuk menunjang kegiatan usaha.

Baca juga:  Futures Kripto Maksimalkan Strategi Investasi dan Cara Trading

Sudiarta mengatakan, pembelian BBM untuk kebutuhan tersebut dapat dilayani sepanjang dilengkapi rekomendasi dari dinas terkait dan tetap berada dalam pengawasan petugas.

Ia menegaskan, kebutuhan BBM bagi nelayan dan petani perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. Pihaknya pun telah menyampaikan kepada pengelola SPBU agar memprioritaskan kebutuhan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, terkait distribusi BBM ke pertashop dan pertamini, Sudiarta mengatakan pasokan saat ini masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan SPBU. Sebab, ketersediaan BBM di sejumlah SPBU dinilai belum sepenuhnya optimal, terutama untuk jenis nonsubsidi.

“Bupati Buleleng sebelumnya telah mengarahkan agar pasokan BBM juga dapat menjangkau pertashop yang tersebar di wilayah pedesaan. Sehingga masyarakat memiliki alternatif tempat mendapatkan BBM,” imbuhnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN