Dokter sedang melakukan operasi katarak. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Puluhan warga tampak antusias mendatangi Rumah Sakit Mata Bali Mandara di Jalan Angsoka No. 8, Denpasar, Sabtu (17/10) pagi. Mereka mengikuti operasi katarak gratis yang digelar dalam rangka memperingati World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia 2026.

Direktur RS Mata Bali Mandara, dr. Ni Made Suryanadi, Sp.M(K), mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut awalnya menargetkan 50 pasien. Dari hasil skrining, sebanyak 49 orang tercatat memenuhi tahapan awal pemeriksaan. Namun, enam orang mengundurkan diri karena alasan tertentu sehingga tersisa 43 pasien.

Dari jumlah tersebut, 41 pasien hadir sesuai jadwal operasi. Setelah menjalani pemeriksaan ulang sebelum tindakan, tiga pasien dinyatakan batal menjalani operasi karena pertimbangan medis, di antaranya mengalami vertigo dan kadar gula darah tinggi. Dengan demikian, sebanyak 38 pasien akhirnya menjalani operasi katarak gratis.

“Dari target kami 50 pasien, hasil skrining sebanyak 49 orang. Namun, dari jumlah tersebut terdapat enam orang yang mundur karena alasan tertentu, sehingga totalnya menjadi 43 orang,” ungkap dr. Suryanadi.

Baca juga:  Pelajar SMA Ditemukan Tak Bernyawa Gantung Diri

Ia menjelaskan, pelaksanaan operasi dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang, dengan memanfaatkan empat kamar operasi. Setiap tindakan operasi berlangsung sekitar 15 menit.

“Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan awal, tindakan operasi, hingga pemberian obat-obatan dan kacamata pelindung, diberikan secara gratis. Kami bekerja sama dengan pihak sponsor dan pendukung dalam kegiatan bakti sosial ini,” ujarnya seraya menyampaikan apresiasi kepada para vendor yang telah mendukung kegiatan tersebut.

dr. Suryanadi menegaskan, keberhasilan penanganan katarak tidak hanya bergantung pada tindakan operasi, tetapi juga kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan pascaoperasi. Karena itu, pasien diminta menjaga kebersihan diri dan menghindari air mengenai mata secara langsung selama satu minggu setelah operasi guna mencegah risiko infeksi.

Baca juga:  Perayaan HUT ke 18, RS Mata Bali Mandara Menuju RS berstandar Internasional

“Selama satu minggu ke depan, mata jangan sampai kena air untuk mencegah infeksi. Jangan berenang, apalagi mandi di pantai. Itu tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Selain menjaga mata tetap kering, pasien diwajibkan menggunakan kacamata pelindung untuk menghindari paparan debu dan angin. Pasien juga harus rutin menggunakan obat tetes mata sesuai anjuran dokter.

Menurutnya, kondisi penglihatan pasien diperkirakan semakin stabil dan tidak lagi buram sekitar tiga minggu setelah operasi. Meski demikian, pemulihan setiap pasien tetap perlu dipantau sesuai kondisi masing-masing dan anjuran dokter.

Ia menambahkan, pelaksanaan operasi katarak gratis dalam rangka World Sight Day 2026 merupakan wujud kepedulian RS Mata Bali Mandara terhadap kesehatan mata masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperluas akses pelayanan kesehatan mata yang berkualitas, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan katarak.

Baca juga:  Arus Penumpang di Bandara Ngurah Rai, Segini Jumlah Kedatangan dan Keberangkatannya

Dijelaskan, Katarak merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan yang dapat ditangani melalui tindakan operasi. Penanganan yang tepat diharapkan mampu memperbaiki fungsi penglihatan dan membantu pasien kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Peringatan Hari Penglihatan Sedunia juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan mata. Pemeriksaan mata secara berkala dan penanganan sedini mungkin ketika muncul gangguan penglihatan dinilai penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk.

Sebagai rumah sakit khusus mata milik Pemerintah Provinsi Bali, RS Mata Bali Mandara berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan mata yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelayanan klinis, edukasi kesehatan mata, serta berbagai kegiatan sosial.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan mata dan tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gangguan penglihatan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN