
MANGUPURA, BALIPOST.com – Sampah bukan sekadar persoalan lingkungan. Jika diolah dengan kreativitas, barang yang kerap dianggap tidak berguna bisa berubah menjadi produk bernilai jual sekaligus membuka peluang usaha dari rumah.
Peluang inilah yang ingin dikembangkan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung melalui Pelatihan Industri Rumahan bagi perempuan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender (PUG) DP2KBP3A Badung, I Nyoman Subratha, menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kreativitas perempuan dalam memanfaatkan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Melalui keterampilan yang diberikan, peserta diharapkan mampu melihat peluang usaha dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Isu sampah sedang menjadi perhatian. Kami ingin sampah benar-benar bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ujarnya.
Menurutnya, pengolahan sampah secara kreatif tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka kesempatan bagi perempuan untuk merintis usaha industri rumahan. Produk yang dihasilkan berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan apabila dikelola secara konsisten dan sesuai kebutuhan pasar.
Pelatihan ini juga mendorong peserta untuk lebih jeli melihat potensi bahan yang selama ini sering dibuang. Dengan kreativitas dan keterampilan yang tepat, sampah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki daya tarik bagi konsumen.
Selain mendukung upaya pengurangan sampah, program ini menjadi bagian dari pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi produktif. Perempuan diharapkan tidak hanya berperan dalam pengelolaan rumah tangga, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Program ini juga menjadi salah satu langkah untuk memperkuat peran perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif. Dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekitar, perempuan dapat mengembangkan kreativitas sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga,” terangnya
Melalui pelatihan industri rumahan ini, Nyoman Subratha mendorong perempuan agar mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang ekonomi.
“Upaya kami harapkan dapat menumbuhkan usaha kreatif berbasis rumah tangga sekaligus membangun kebiasaan mengelola sampah secara lebih produktif dan berkelanjutan,” katanya.(Parwata/balipost)










