Suasana pertandingan Kejurprov Savate Bali 2026 yang digelar di GOR Debes Tabanan, Sabtu (10/10). (BP/suk)

SINGASANA, BALIPOST.com – Savate Bali mulai memantapkan langkah menuju persaingan nasional dan internasional. Sebanyak 50 atlet dari delapan kabupaten/kota ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Savate Bali 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di GOR Debes, Tabanan, 9–10 Oktober 2026.

Kejuaraan yang mempertandingkan kategori assault dan combat ini menjadi ajang mengukur kemampuan atlet sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan. Sebanyak 100 pertandingan dijadwalkan berlangsung dalam dua hari pelaksanaan.

Sekretaris Umum Savate Bali, Deva Putra, mengatakan Kejurprov tersebut menjadi tahapan penting untuk meningkatkan kualitas atlet daerah sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

“Event ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di Kabupaten Tabanan setelah sebelumnya diadakan sosialisasi, dan kini kita menggelar pertandingan. Tentu tidak ada yang sempurna, namun dari setiap kekurangan yang ada, kami belajar bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik,” ujar Deva, dalam acara pembukaan, Sabtu (10/10).

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Terima Penghargaan "Bali Leader In Innovative Government"

Ia berharap kejuaraan ini menjadi batu loncatan bagi atlet Bali untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan membuka peluang meraih prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagra Sunu. Menurutnya, kemampuan Savate Bali menggelar kejuaraan provinsi dalam waktu relatif singkat merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat cabang olahraga bela diri asal Prancis tersebut tergolong baru berkembang di Bali.

“Tentu Kejurprov itu baru bisa biasanya diselenggarakan apabila kesiapan atlet, kesiapan sumber daya manusia, dan kesiapan banyak hal sudah terpenuhi. Namun demikian, dalam jangka waktu pendek ini sudah mampu,” kata Jagra.

Baca juga:  BIAS di Denpasar Akan Sasar 41.904 Siswa SD

Ia berharap penyelenggaraan tersebut menjadi awal pembinaan yang berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda Bali mampu menorehkan prestasi melalui Savate.

Sementara itu, Ketua Umum Savate Pusat, Eko Puji Raharjo, menilai perkembangan Savate di Bali berlangsung pesat. Selain menggelar kejuaraan, Savate Bali juga telah menjalankan program sertifikasi pelatih serta wasit dan juri untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Bali juga disebut menjadi salah satu pelopor penyelenggaraan Savate profesional di Indonesia. Pembinaan di Pulau Dewata merangkul kategori amatir dan profesional, sebuah langkah yang diharapkan memperluas kesempatan atlet untuk berkembang.

“Saya berharap dengan perkembangan Savate di Bali kedepannya akan ada kejuaraan Dunia Savate di Indonesia dan Bali khususnya yang menjadi tuan rumah” ujar Eko.

Baca juga:  Penipuan Loker Online Marak, Polresta Denpasar Perkuat Koordinasi Siber

Tak berhenti di tingkat nasional, Savate Pusat bersama pengurus Bali kini mengupayakan agar Bali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat Asia. Proposal pengajuan telah disiapkan dengan mempertimbangkan potensi kehadiran peserta dari lebih dari 30 negara Asia.

Namun, rencana tersebut masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut, terutama terkait akses penerbangan internasional serta fasilitas keimigrasian bagi kontingen asing. Dukungan terhadap kemudahan visa olahraga juga menjadi salah satu hal yang diupayakan agar penyelenggaraan kejuaraan dapat berjalan lancar.

Jika rencana tersebut terealisasi, Bali berpeluang tidak hanya menjadi tempat pembinaan atlet, tetapi juga panggung kompetisi Savate internasional. Kejurprov 2026 di Tabanan pun menjadi salah satu langkah awal untuk menguji kesiapan atlet dan memperkuat fondasi organisasi menuju target tersebut. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN