Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akan dibuka lebih luas bagi siswa dari keluarga kurang mampu di Buleleng. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyiapkan program kuliah gratis yang ditargetkan mulai bergulir pada 2027.

Program tersebut menyasar calon mahasiswa yang berasal dari keluarga dalam kelompok desil 1 hingga 5. Mereka yang dinyatakan lolos seleksi dan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) nantinya akan mendapat pembiayaan pendidikan dari Pemkab Buleleng melalui APBD hingga menyelesaikan kuliah.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan, program ini dirancang untuk membantu siswa kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi. “Program khusus di Buleleng. Diberlakukan nanti bagi siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi dari desil 1 sampai 5. Ini mulai tahun 2027. Akan ditanggung semua biaya sampai lulus,” kata Sutjidra saat dikonfirmasi, Rabu (7/10).

Baca juga:  Pindah ke Karangasem, Satu Siswa Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri karena Jarak

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkab Buleleng akan menerapkan mekanisme seleksi terhadap calon penerima. Sejumlah perangkat daerah akan dilibatkan dalam proses tersebut, yakni Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Bagian Kesra.

Menurut Sutjidra, status ekonomi keluarga bukan satu-satunya dasar penentuan penerima. Kemampuan dan capaian siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik, juga akan menjadi bahan pertimbangan. “Kita lihat akademik dan nonakademiknya. Misalnya berprestasi di porprov dan dapat medali, itu kami pertimbangkan juga,” ujarnya.

Baca juga:  Penjadwalan Sekolah Sembahyang ke Besakih

Meski demikian, Pemkab Buleleng belum menetapkan jumlah siswa yang akan memperoleh fasilitas pendidikan tersebut. Sutjidra menyebutkan, kuota penerima masih dalam proses penyusunan.

Di sisi lain, program ini diharapkan tidak sekadar membantu keluarga kurang mampu dalam membiayai pendidikan anak. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memperbaiki capaian pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Buleleng.

Sutjidra menyebut, rata-rata lama sekolah di Buleleng masih perlu didorong. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah menyiapkan akses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. “Rata-rata lama sekolah masih kurang di Buleleng. Di Bali kita masih pertengahan. Itu salah satunya tujuannya, selain untuk peningkatan SDM Buleleng,” tandasnya. (Yudha/balipost)

Baca juga:  Tidak Baik untuk Bercocok Tanam, Berikut Ala Ayuning Dewasa 13 Desember 2025

 

BAGIKAN