Dua orang petani sedang menyiapkan bibit tanaman padi di Subak Sembung, Denpasar. Luas lahan pertanian di Kota Denpasar terus menyusut akibat alih fungsi lahan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari).

Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 30 September 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Turis Aljazair Ditangkap Kasus Pencurian

Bojog Munggah
Tidak baik untuk menanam padi, jagung.

Dauh Ayu
Baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan atau undang-undang, baik untuk membangun.

Geni Rawana
Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Kala Pati
Baik untuk membuat jerat dan memasangnya, pembuat pengrusak. Tidak baik untuk semua upacara dan pekerjaan yang lainnya.

Kala Rumpuh
Tidak baik untuk pindah rumah, memulai memelihara ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, babi (ternak).

Baca juga:  Tidak Baik untuk Memetik Buah-buahan, Berikut Ala Ayuning Dewasa 6 Februari 2026

Naga Naut
Tidak baik untuk dewasa ayu.

Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu.

Sri Murti
Baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung.

Sri Tumpuk
Baik untuk mencari burung (mapikat). (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN