
DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mendorong seluruh jajaran Kadin di daerah memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Kadin diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikan Anindya secara daring dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Bali yang berlangsung di Sekretariat Kadin Bali, Kamis (24/9). Dalam sambutannya, Anindya mengatakan Kadin di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan investasi dan perkembangan industri memberikan dampak hingga ke daerah.
“Kepada seluruh jajaran Kadin provinsi, kabupaten, kota saya instruksikan perkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Jadilah mitra strategis bagi bapak, ibu gubernur, bupati, wali kota,” ujarnya.
Disisi lain, dia mendorong pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus Kadin Indonesia. Menurutnya, UMKM perlu didorong untuk masuk ke dalam rantai pasok industri besar, memperoleh akses pembiayaan yang inklusif, serta memiliki kemampuan untuk menembus pasar ekspor.
“UMKM naik ke atas. Kita harus buka jalan agar UMKM masuk ke dalam rantai pasok industri besar dan mendapatkan akses pembiayaan yang inklusif dan siap menembus pasar ekspor,” katanya.
Anindya juga meminta jajaran Kadin di daerah melakukan pendalaman terhadap potensi ekonomi masing-masing daerah. Program yang dihasilkan melalui Rapimprov, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi menghasilkan program yang berdampak nyata dan dapat diukur di tingkat kabupaten dan kota.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya juga menyinggung posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Ia mengatakan penguatan ekonomi dalam negeri menjadi modal bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar di tingkat global. Saat mewakili Kadin Indonesia dalam forum BRICS di India, Anindya menyampaikan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat rantai pasok global masa depan, termasuk dalam agenda transisi energi dan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Namun, ia menekankan agar manfaat dari investasi, teknologi, dan inovasi tidak hanya terpusat di Jakarta. Perkembangan tersebut, menurutnya, harus dapat dirasakan dan dikembangkan di daerah. “Semua aksi investasi dan kesepakatan global tersebut tidak boleh hanya menumpuk di Jakarta. Model, teknologi, dan inovasi harus berada di daerah-daerah,” ujarnya.
Pada usia ke-58 Kadin Indonesia, Anindya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran organisasi, mulai dari Kadin Indonesia, Kadin provinsi, Kadin kabupaten/kota, asosiasi, himpunan, hingga anggota luar biasa yang selama ini turut membangun organisasi.
Dalam sambutannya, Anindya juga menyampaikan perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kadin. Ia menyebut Rapat Paripurna DPR RI beberapa hari lalu menyetujui RUU Kadin sebagai RUU inisiatif DPR RI. Selanjutnya, RUU tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah dan pihak terkait sebelum memasuki tahapan berikutnya. (Widiastuti/balipost)










