
BANGLI, BALIPOST.com – Penerimaan retribusi pasar di Kabupaten Bangli hingga pertengahan September masih di bawah 50 persen. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli mencatat realisasi penerimaan baru menyentuh Rp2,8 miliar atau 47,21 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp5,5 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli, Nasrudin, Selasa (22/9), mengungkapkan bahwa Pasar Kidul menjadi penyumbang persentase retribusi tertinggi karena beroperasi setiap hari. Penyumbang berikutnya yakni Pasar Singamandawa di Kecamatan Kintamani, Pasar Kayuambua di Kecamatan Susut, dan Pasar Yangapi di Kecamatan Tembuku.
Menurut Nasrudin, belum optimalnya capaian retribusi dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya adanya sejumlah pedagang di Pasar Kidul dan Pasar Kayuambua yang sudah berhenti berjualan. Selain itu banyak pedagang libur berjualan saat berlangsungnya rangkaian upacara keagamaan. “Capaian saat ini tidak jauh berbeda dengan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.
Untuk mengejar sisa target hingga akhir tahun, Nasrudin mengatakan, upaya yang dilakukan adalah dengan terus memaksimalkan penagihan sesuai data serta memperluas digitalisasi transaksi melalui e-Retribusi. Sistem ini dinilai lebih efektif dan akuntabel karena pembayaran langsung masuk ke rekening Kas Daerah sesuai tarif resmi.
Pemkab Bangli juga menyiapkan langkah untuk menarik kembali pedagang dan pengunjung dengan melakukan penataan area jualan berdasarkan jenis komoditas serta merencanakan rehab bangunan pasar kidul di tahun 2027. Dengan langkah itu diharapkan dapat mengoptimalkan kembali penggunaan los serta kios yang masih kosong di pasar tersebut.
Sebagaimana yang diketahui pemkab Bangli sejak Desember 2025 lalu telah menggandeng Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) untuk pengelolaan lima pasar rakyat. Kerja sama pengelolaan ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).
Lima pasar yang pengelolaanya dikerjasamakan itu yakni Pasar Kidul Bangli, Pasar Singamandawa Kintamani, Pasar Kayuambua, Pasar Yangapi, dan Pasar Seni Geopark. Adapun ruang lingkup kerjasama meliputi pemungutan retribusi jasa umum pelayanan pasar, menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan pasar, serta penyediaan sumber daya manusia. (Dayu Swasrina/balipost)


