Mobil damkar berkapasitas 5000 liter tidak bisa digunakan akibat as kendaraan patah.(BP/istimewa)

 

SINGARAJA, BALIPOST.com – Satu unit truk pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Buleleng mengalami kerusakan setelah digunakan menangani kebakaran di wilayah Ambengan, Kecamatan Sukasada, Selasa (15/9). As panjang pada kendaraan tersebut patah saat truk dalam perjalanan kembali menuju Pos Induk Damkar di Jalan Sartika Selatan, Singaraja.

Kepala Dinas Damkartan Buleleng, Gede Arya Suardana dikonfirmasi Kamis (17/9), mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 16.30 Wita. Setelah selesai melakukan penanganan kebakaran di Ambengan, truk jenis Borneo tersebut dalam perjalanan kembali ke pos. Namun, setibanya di sekitar kawasan depan Kantor BPN Buleleng, as kendaraan patah sehingga roda tidak lagi dapat digerakkan.

“Setelah penanganan kebakaran di Ambengan, kendaraan kembali ke pos. Di perjalanan, as panjangnya patah sehingga roda tidak bisa bergerak,” ujarnya.

Baca juga:  Melintas di Jalur Selat-Sidemen, Truk Muat Pasir Terperosok ke Jurang

Menurut Arya, kendaraan tersebut kemudian harus ditarik menggunakan armada Damkarmat lainnya. Kondisi kendaraan yang sudah berusia puluhan tahun diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan. Armada tersebut diperkirakan telah beroperasi sekitar 30 tahun sehingga komponen logamnya rentan mengalami keretakan.

Mirisnya lagi terdapat komponen pada bagian power take off (PTO) yang dilaporkan hilang. Komponen ini merupakan bagian penting yang menghubungkan tenaga mesin dengan sistem pompa untuk menyemprotkan air saat proses pemadaman.

Arya mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, komponen tersebut diduga sempat diambil oleh seorang pemuda yang menggunakan sepeda motor. Pihaknya berharap komponen itu dapat dikembalikan karena sulit mendapatkan penggantinya.

Baca juga:  Terjerat Kabel Wifi Menjuntai, Petani Nira di Jembrana Patah Kaki

“Kami sudah menyampaikan melalui media sosial. Kalau memang ada yang mengambil, kami mohon dikembalikan dan jangan dijual ke loak karena barang ini langka,” katanya.

Komponen As yang patah diperkirakan berukuran sekitar 50 sentimeter dengan diameter sekitar 10 sentimeter. Damkartan Buleleng kini berupaya mencari suku cadang pengganti. Jika tidak tersedia di pasaran, komponen tersebut akan dibuat secara khusus (custom). Dari total tiga unit armada di Pos Induk, saat ini satu kendaraan mengalami kerusakan sehingga hanya dua unit yang dapat diandalkan.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan penambahan armada Damkar di Buleleng. Menurutnya, secara ideal masih diperlukan sedikitnya enam unit kendaraan tambahan untuk memperkuat pelayanan di sejumlah pos.

Baca juga:  Dahan Pohon Beringin di Lapangan Astina Gianyar Timpa Mobil

“Kita memang kekurangan armada. Idealnya minimal enam lagi. Karena keterbatasan anggaran, pengadaan harus dilakukan secara bertahap,” kata Sutjidra.

Sutjidra mengatakan Pemkab Buleleng berencana kembali menambah armada Damkar pada tahun berikutnya. Pengadaan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Ia menyebut kebutuhan armada sangat penting mengingat kejadian kebakaran masih kerap terjadi, terutama saat musim kemarau.

Selain penambahan armada, kendaraan yang mengalami kerusakan juga akan segera diperbaiki. Untuk sementara, penguatan Pos Induk dapat dilakukan dengan menarik armada dari Pos Damkar Seririt maupun Kubutambahan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan tambahan kendaraan.

“Karena itu, pembaruan armada secara bertahap dinilai menjadi kebutuhan agar pelayanan pemadaman kebakaran tetap optimal,” jelas Sutjidra. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN