Sejumlah pesawat terparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). (BP/Antara)

TANGERANG, BALIPOST.com – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, memprediksi ada sebanyak 113.000 penumpang dengan 896 penerbangan terlayani di bandara itu pada Selasa (8/9), setelah penutupan operasional dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan di Tangerang, Banten, mengatakan bahwa pergerakan arus transportasi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) saat ini terpantau menunjukkan angka yang cukup tinggi.

“Prediksi, yang sudah masuk data didaftarkan pusat data kami, ada 896 penerbangan. Kemudian, penumpangnya sebanyak 113.000 penumpang,” ujar Yudistiawan dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Bandara Lombok Ditutup, Puluhan Penerbangan Batal

Ia mengatakan berdasarkan rencana penerbangan diprediksi pergerakan penumpang tersebut akan mengalami peningkatan pada data riil yang telah terdaftar di sistem pusat data bandara.

Selain itu, Bandara Soetta kini telah melayani sebanyak 324 penerbangan dengan rincian 208 penerbangan keberangkatan dan 116 penerbangan kedatangan.

“Semua wilayah sudah dibuka. Berbagai wilayah, termasuk Medan dan Aceh, semuanya sudah aman,” ujarnya.

Menurutnya, layanan penerbangan secara bertahap kembali normal menyusul terbitnya Notice to Airmen (NOTAM) terbaru. Seluruh rute penerbangan, baik domestik ke berbagai wilayah seperti Medan dan Aceh maupun rute lainnya, kini dinyatakan sudah aman dan kembali normal.

Baca juga:  Puncak Mudik Lebaran, Bandara Soekarno-Hatta Layani 184.754 Penumpang

“Kami mencatat lonjakan aktivitas yang signifikan seiring normalisasi penerbangan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas. Pihak bandara telah menjalankan prosedur ketat sebelum memutuskan membuka kembali operasional penerbangan.

“Secara periodik membersihkan area runway (landas pacu), taxiway, hingga apron dari sisa debu atau abu vulkanik. Kemudian kelayakan penerbangan juga diwajibkan memastikan armada yang digunakan telah melalui pengecekan menyeluruh dan aman untuk terbang sesuai instruksi Kementerian Perhubungan,” terangnya.

Baca juga:  Holding UMi Beri Akses Layanan Keuangan Lebih Dekat dan Lengkap

Yudis pun mengimbau bagi para calon penumpang yang terdampak penutupan sebelumnya, pihak bandara mengimbau agar tidak langsung mendatangkan diri ke bandara sebelum memastikan status penerbangannya.

“Bagi penumpang yang memilih opsi reschedule (jadwal ulang), diimbau untuk memantau jadwal terbaru yang telah didaftarkan. Sedangkan bagi penumpang yang telah mengonfirmasi keberangkatannya hari ini, dipersilakan untuk langsung hadir ke Bandara Soekarno-Hatta,” kata dia. (kmb/balipost)

BAGIKAN