
JAKARTA, BALIPOST.com – Lazio menunjukkan mentalitas juara dengan melakukan comeback dramatis untuk membungkam tuan rumah Udinese 2-1 pada lanjutan Serie A di Bluenergy Stadium, Selasa (8/9) dini hari WIB.
Biancocelesti sempat berada dalam posisi sulit setelah Udinese membuka keunggulan lebih dulu melalui Jesper Karlstrom. Namun, Lazio tidak menyerah dan mampu membalikkan keadaan lewat gol Davide Frattesi serta Albert Gudmundsson, dilansir dari Kantor Berita Antara.
Kemenangan tersebut sekaligus menjaga rekor sempurna Lazio pada awal musim Serie A. Tambahan tiga poin membuat Lazio mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dan menempati posisi ketiga klasemen.
Lazio memiliki poin yang sama dengan Inter Milan di peringkat kedua dan AS Roma yang berada di puncak. Ketiganya hanya dipisahkan oleh selisih gol.
Sementara itu, Udinese masih tertahan di posisi ke-10 dengan koleksi empat poin.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil terbuka dan silih berganti menciptakan peluang, meski tidak ada gol yang tercipta sepanjang babak pertama.
Kiper Udinese, Maduka Okoye, tampil sigap dengan menggagalkan tendangan bebas Mattia Zaccagni. Di kubu Lazio, Christos Mandas juga harus bekerja keras mengamankan gawangnya dari ancaman Keinan Davis dan Hassane Kamara.
Laga semakin sulit bagi kedua tim setelah sejumlah pemain mengalami cedera. Udinese kehilangan Jakub Piotrowski dan Oumar Solet, sedangkan Lazio harus menarik Andrea Pinamonti pada menit ke-53. Tijjani Noslin kemudian masuk menggantikan penyerang tersebut.
Empat menit setelah babak kedua dimulai, Udinese akhirnya memecah kebuntuan. Davis memberikan umpan matang kepada Karlstrom yang berada di dalam kotak penalti.
Karlstrom tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Sepakannya sukses menaklukkan Mandas dan membawa Udinese unggul 1-0.
Lazio terus meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75.
Zaccagni mengirimkan bola kepada Frattesi yang berhasil menemukan ruang di dalam kotak penalti. Gelandang Timnas Italia itu langsung melepaskan tembakan first time yang meluncur deras ke bagian atas gawang Udinese. Akhirnya Lazio berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Menariknya, Frattesi hanya bermain lima menit setelah mencetak gol sebelum ditarik keluar. Albert Gudmundsson masuk menggantikannya.
Pergantian tersebut ternyata menjadi keputusan tepat. Gudmundsson langsung memberikan dampak besar bagi Lazio.
Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Gudmundsson muncul sebagai pahlawan. Tembakannya berhasil menggetarkan gawang Udinese dan membawa Lazio berbalik unggul 2-1.
Udinese tak lagi memiliki cukup waktu untuk membalas.
Peluit panjang pun memastikan kemenangan dramatis Lazio. Biancocelesti berhasil mempertahankan rekor sempurna sekaligus melanjutkan start impresif mereka di Serie A musim ini. (Suka Adnyana/balipost)









