
DENPASAR, BALIPOST.com – Lima tokoh Bali yang dinilai memiliki reputasi, dedikasi, kecintaan, serta semangat dalam memajukan seni dan budaya menerima Penghargaan Nasional ‘Bali Dwipantara Nata Kerthi Nugraha VI’ Tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, dalam rangkaian Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor ke-40 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen, Kampus ISI Bali, Kamis (27/8).
Kelima penerima penghargaan tersebut, yakni Jero Gede Duhuran Batur sebagai tokoh pengayom seni budaya Bali; ABG Satria Naradha sebagai tokoh pers nasional dan pencinta seni budaya; Luh Made Asmariani Budhi sebagai entrepreneur dan pencinta seni; I Nyoman Sudiana, S.Skar., M.Si. sebagai tokoh pembina karawitan Bali; serta Wahyu Indira, S.Sn., M.Sn. sebagai dosen penggerak desain komunikasi visual.
Rektor ISI Bali, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian wisuda sekaligus pembukaan Festival Nasional Bali Sangga Dwipantara ke-6 Tahun 2026. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang dinilai konsisten memberikan kontribusi bagi pengembangan seni, budaya, pendidikan, dan ekosistem kreatif.
“Penghargaan nasional ini menjadi bagian penting dari rangkaian wisuda ISI Bali. Tahun ini diberikan kepada lima tokoh yang dinilai memiliki kontribusi dan komitmen terhadap pengembangan seni dan budaya,” ujar Prof. Kun Adnyana.
Dikatakan, Wisuda ke-40 dan pembukaan Festival Nasional Bali Sangga Dwipantara ke-6 tahun ini mengusung tajuk “Pradnya-Jnana-Prasamya” yang dimaknai sebagai semesta kebijaksanaan sejati. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dipandang telah memberikan pengabdian dan kontribusi nyata dalam pemajuan seni dan budaya.
Selain memberikan penghargaan kepada lima tokoh, ISI Bali mencatat sejumlah capaian dalam penguatan jejaring global sepanjang Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Salah satunya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan dunia industri global di Jepang.
Kerja sama tersebut dilakukan bersama Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Jepang, Kazuhiko Ota, dan CEO BESTie Co., Ltd., Matsumoto Yuki. Penandatanganan berlangsung di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang, Selasa (23/6). Pada kesempatan yang sama, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Bali juga menyepakati Perjanjian Kerja Sama dengan kedua mitra tersebut yang ditandatangani Dekan FSRD ISI Bali, Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg.
Menurut Kun Adnyana, sinergi dengan industri keramik Kota Hasami menjadi salah satu bentuk nyata dampak global dari penyelenggaraan pendidikan seni dan desain di ISI Bali. Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung melalui program magang kreatif bersertifikat di Jepang.
Selain Jepang, ISI Bali juga membangun ruang diseminasi hasil pembelajaran bertaraf internasional melalui kerja sama dengan De Broodfabriek (The Pasar Indonesia) di Rijswijk, Belanda. Mahasiswa terpilih nantinya berkesempatan mengikuti kegiatan diseminasi tersebut sebagai bagian dari pengembangan kemampuan akademik dan kreativitas.
“Bagi mahasiswa terpilih yang akan mengikuti magang kreatif bersertifikat di Jepang ataupun mengikuti diseminasi di Belanda, tentu merupakan momentum untuk penyemaian bakat cipta dan mengasah kecakapan akademik bereputasi global,” katanya.
Kerja sama dengan industri keramik Kota Hasami tersebut melengkapi kemitraan strategis dalam ekosistem ISI Bali Berdampak yang kini mencapai 677 jejaring. Jejaring tersebut mencakup ekosistem bisnis, dunia usaha dan dunia industri, studio seniman dan desainer profesional, hingga lembaga yang memiliki jaringan global.
Seluruh mitra tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi jejaring kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kerja nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat serta mendorong lahirnya inovasi karya yang memiliki visi masa depan.
Penguatan jejaring internasional juga terus dilakukan dengan perguruan tinggi di berbagai negara. ISI Bali akan menjalin nota kesepahaman dengan National Dance Academy Vietnam, Cornell University di Ithaca, Amerika Serikat, serta Advance Institute of Industrial Technology di Tokyo, Jepang.
Sementara itu, kerja sama yang telah terjalin sebelumnya terus dikembangkan dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Seoul Institute of The Arts dan Dongduk Women’s University di Korea Selatan, University of Canterbury di Selandia Baru, serta University of Sampoerna dan MNC University di Jakarta.
“Apresiasi dan kepercayaan terhadap ISI Bali memantik berderet kemitraan resiprokal fundamental tingkat lokal, nasional, dan global,” ujar Kun Adnyana.
Untuk memperkuat relevansi pendidikan, jaminan mutu, serta daya saing lulusan, ISI Bali juga mengaktualisasikan Kurikulum ISI Bali Berdampak. Kurikulum tersebut dibangun berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 3 Tahun 2026 tentang Kurikulum ISI Bali Berdampak pada Program Sarjana, Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kurikulum ISI Bali Berdampak pada Program Sarjana Terapan, serta Peraturan Rektor Nomor 12 Tahun 2026 tentang Kurikulum Berdampak Program Studi Program Doktor Program Pascasarjana ISI Bali.
Kurikulum tersebut menjadi haluan bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan agar berkembang sebagai seniman, desainer, wirausahawan, peneliti-kritikus, maupun pendidik seni yang memiliki jiwa Pancasila, kreatif, inovatif, bernalar kritis, serta menjunjung nilai kemanusiaan, lingkungan hidup, dan kearifan luhur Indonesia.
Sementara bagi mahasiswa program magister dan doktor, kurikulum tersebut diarahkan sebagai peta jalan untuk membangun capaian akademik, keautentikan karya dan pemikiran, serta reputasi keilmuan yang tetap membumi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, wisuda menjadi momentum puncak penghargaan terhadap perjuangan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan. Pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, ISI Bali meluluskan 44 wisudawan program Sarjana dan Sarjana Terapan, 61 wisudawan program Magister, serta 24 wisudawan program Doktor. Dengan demikian, total wisudawan pada periode ini mencapai 129 orang. (Ketut Winata/balipost)


