Atlet MMA sedang berlatih. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim mixed martial arts (MMA) Bali memasang target tinggi pada PON Bela Diri II 2026 di Manado, Sulawesi Utara. Pengurus Indonesia Bela Diri Campuran Amatir-Mixed Martial Arts (IBCA-MMA) Bali optimis mampu membawa pulang tiga medali emas dari ajang yang berlangsung Oktober mendatang.

PON Bela Diri menjadi momentum penting bagi IBCA-MMA Bali untuk mengukur perkembangan prestasi atletnya di level nasional. Sebanyak 11 atlet telah dipersiapkan untuk tampil memperkuat kontingen Bali.

Para atlet yang masuk dalam tim merupakan hasil pemantauan prestasi dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, Porprov Bali hingga kejuaraan nasional. Persiapan dilakukan secara desentralisasi dengan melibatkan sejumlah pusat latihan atau gym, salah satunya Bali MMA Canggu, Badung.

Ketua IBCA-MMA Provinsi Bali, Ketut Rochineng, mengatakan pihaknya telah melakukan rekrutmen terhadap atlet-atlet potensial dari berbagai daerah di Bali.
“Atlet yang masuk tim PON Bela Diri semuanya yang kami rekrut adalah atlet terbaik yang telah berprestasi di beberapa ajang kejuaraan, salah satunya Porprov Bali lalu,” ujar Rochineng.

Baca juga:  Tak Diunggulkan, Perenang Adinda Sabet Emas

Menurutnya, Bali masih harus memetakan kekuatan lawan karena MMA baru pertama kali masuk dalam agenda PON Bela Diri. Meski demikian, pihaknya optimistis para atlet mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kontingen Bali.

“Kami belum tahu peta kekuatan di tingkat nasional karena ini baru pertama kali MMA ikut serta dalam PON Bela Diri. Namun, pengurus dan pelatih bertekad memberikan yang terbaik untuk Bali di kancah nasional,” sambungnya.

Optimisme serupa disampaikan pelatih tim MMA Bali, Teddy Indika Putra. Ia menilai kualitas atlet yang terpilih tidak perlu diragukan karena sebagian besar telah memiliki rekam jejak prestasi di Porprov Bali maupun kejuaraan nasional.
Teddy bahkan berani memasang target tiga medali emas pada PON Bela Diri II di Manado.

“Perkembangan anak-anak mengalami peningkatan signifikan, baik teknik, fisik maupun strategi bertanding. Karena itu, tidak berlebihan rasanya kami bersama pengurus optimistis tiga medali emas bisa diraih atlet Bali,” tegas Teddy.

Baca juga:  One Pride MMA 79 Gelar Pertarungan Indonesia Vs China di Bali

Tiga kelas yang menjadi sasaran utama medali emas Bali adalah 48 kg, 51 kg, dan 60 kg. Meski demikian, Teddy menyadari persaingan di Manado tidak akan mudah. Sejumlah daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur dinilai menjadi pesaing kuat karena atlet mereka sudah lebih dahulu menekuni kompetisi MMA selama lebih dari enam tahun.

“Kami tahu persaingan akan cukup ketat karena daerah lain juga melakukan persiapan maksimal. Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi rival yang patut diperhitungkan. Namun, kami optimis atlet Bali bisa naik podium dan membawa pulang medali emas,” ujarnya.

Dalam persiapan menuju pertandingan, Teddy bersama pelatih Toric terus menggenjot kemampuan teknik para atlet. Program latihan difokuskan pada peningkatan striking, mulai dari pukulan dan tendangan, hingga kemampuan ground fighting atau pertarungan bawah.

Baca juga:  Panjat Tebing Karangasem Bidik 3 Emas di Porprov

Selain itu, atlet juga diberikan materi penguasaan posisi grappling serta teknik ground and pound. Kemampuan menjaga keseimbangan dan memahami distribusi berat badan menjadi salah satu aspek yang terus diasah.

Teddy menjelaskan, kesulitan mengontrol lawan ketika pertarungan berlangsung di bawah sering terjadi akibat posisi tumpuan yang terlalu tinggi atau terlalu renggang. Karena itu, aspek fundamental tersebut menjadi perhatian khusus dalam program latihan.

Pada PON Bela Diri II 2026 di Manado, tim MMA Bali akan turun di sejumlah kategori, antara lain flyweight putra, strawweight putra, strawweight putri, super lightweight putra, middleweight putra, bantamweight putri, dan featherweight putra dengan kelas berat badan di bawah 70 kilogram.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, tim MMA Bali berharap target tiga emas bukan sekadar ambisi, melainkan menjadi hasil nyata saat bertarung di atas arena PON Bela Diri II Sulawesi Utara. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN