Suasana di RSUD Buleleng. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Rencana revitalisasi RSUD Kabupaten Buleleng akhirnya memasuki tahapan lelang Manajemen Konstruksi (MK). Tahapan ini menjadi langkah awal sebelum proyek fisik senilai sekitar Rp200 miliar tersebut dikerjakan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menargetkan pembangunan dapat rampung pada akhir 2027.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Kamis (7/8), mengatakan revitalisasi RSUD Buleleng sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Usulan pembangunan sebenarnya telah diajukan sejak 2021 saat dirinya masih menjabat Wakil Bupati Buleleng.

Bahkan, master plan revitalisasi telah disusun sejak 2019. Namun, pelaksanaannya tertunda akibat pandemi Covid-19. “Tahun ini kami rencanakan bisa berjalan. Mudah-mudahan dananya tersedia karena revitalisasi rumah sakit ini memang sudah sangat mendesak,” ujarnya.

Baca juga:  Akhir November, Pasar Seni Sukawati Mulai Dibangun

Menurut Sutjidra, saat ini proses proyek telah memasuki lelang Manajemen Konstruksi (MK). Penggunaan MK diwajibkan karena nilai proyek yang cukup besar. Setelah proses MK selesai, tahapan berikutnya adalah lelang pekerjaan konstruksi.

“Sekarang tahapnya lelang MK. Karena proyeknya besar, wajib menggunakan Manajemen Konstruksi. Nanti MK yang mendampingi proses pelaksanaan, termasuk proses lelang pekerjaan bersama PBJ,” jelasnya.

Ia mengungkapkan kebutuhan anggaran revitalisasi diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar. Pendanaannya dirancang melalui skema pinjaman daerah.

Pengajuan pinjaman beserta skema pembayarannya disebut telah disiapkan sehingga saat ini tinggal menunggu tahapan MK dan proses lelang fisik. “Kalau proses MK ini selesai, baru masuk ke lelang pekerjaan. Astungkara semuanya bisa berjalan lancar,” katanya.

Baca juga:  Investasi Masuk Bali Capai Ratusan Triliun Disorot, Pansus TRAP: Besarnya Angka Belum Diimbangi Penataan Ruang

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai secepatnya dengan target penyelesaian pada akhir 2027. Revitalisasi akan difokuskan pada pembangunan Gedung Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) dan Ruang Kamboja yang akan diintegrasikan dengan Instalasi Bedah Sentral serta sejumlah layanan utama lainnya.

Selain pembangunan gedung baru, proyek juga mencakup rehabilitasi sejumlah bangunan lama yang sudah tidak layak digunakan. Salah satunya Gedung Jempiring yang saat ini tidak lagi dapat dimanfaatkan.
Revitalisasi tersebut juga menjawab berbagai keluhan masyarakat terhadap kondisi fisik RSUD Buleleng. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, mulai dari plafon yang jebol hingga ruang tunggu yang bocor saat hujan.

Baca juga:  Puluhan Dokter Datangi DPRD Buleleng, Beberkan Persoalan di RSUD

Kondisi itu dinilai sudah memengaruhi kenyamanan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. “Kita berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan RSUD Buleleng. Kondisi rumah sakit saat ini memang membutuhkan revitalisasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tegas Sutjidra. (Yudha/balipost)

Foto/yud :

Gedung RSUD Buleleng yang tampak dari depan. (BP/yud)

BAGIKAN