BEM PM Unud saat beraudiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, Jumat (3/7). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa (BEM PM) Universitas Udayana (Unud) menggelar audiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, Jumat (3/7) pagi. Audiensi ini sebagai tindak lanjut atas gerakan Bali Bersih Sampah yang sebelumnya disuarakan mahasiswa. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah untuk memastikan persoalan pengelolaan sampah mendapat perhatian serius serta diikuti langkah nyata.

Ketua BEM PM Universitas Udayana, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa, mengungkapkan audiensi dilakukan sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal upaya perbaikan tata kelola sampah di Bali. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya ingin menyampaikan kritik, tetapi juga memastikan pemerintah memiliki langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan sampah yang masih terjadi.

Baca juga:  PLN Bali Jamin Subsidi Listrik Pasti Sampai ke Penerima

Dalam pertemuan tersebut, diungkapkan bahwa Gubernur Bali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk mempercepat transformasi pengelolaan sampah melalui penguatan kebijakan dan pengawasan, peningkatan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, desa adat, instansi terkait, hingga partisipasi aktif masyarakat.

Sejumlah langkah strategis yang dipaparkan pemerintah sebagai respons terhadap berbagai masukan mahasiswa meliputi penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber melalui pemilahan sejak rumah tangga, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan fasilitas pengolahan sampah agar lebih maksimal baik dari sisi kapasitas maupun kualitas, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta penguatan pengawasan dan penegakan aturan terhadap pelanggaran di bidang pengelolaan sampah.

Baca juga:  Anak Korban Tertimbun Tembok Sempat Mimpi Giginya Goyang

Selain memaparkan kebijakan, dikatakan bahwa Gubernur Koster juga membuka peluang kolaborasi dengan Unud dalam mendukung percepatan program Bali Bersih Sampah. Menurut Oka Paramahamsa, mahasiswa siap mengambil peran lebih luas melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga menjadi agen perubahan di tingkat desa maupun lingkungan kampus sesuai kompetensi lintas disiplin ilmu yang dimiliki civitas akademika Unud.

“Bagi kami, keberhasilan gerakan Bali Bersih Sampah tidak hanya diukur dari banyaknya regulasi yang diterbitkan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat dan terciptanya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Karena itu, kami akan terus mengawal komitmen yang telah disampaikan dalam audiensi ini,” tegas Oka Paramahamsa saat dikonfirmasi, Jumat (3/7).

Baca juga:  Erupsi Gunung Agung Jangan Dianggap Bencana, Ini Buktinya

Pihaknya berharap komitmen yang telah disampaikan pemerintah tidak berhenti pada tataran kebijakan, melainkan diwujudkan melalui implementasi yang konsisten dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sehingga cita-cita mewujudkan Bali yang bersih dan berkelanjutan dapat segera terwujud. (Ketut Winata/balipost)

 

BAGIKAN