Wisatawan menikmati pemandangan alam di Penelokan, Kintamani, Bangli. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli harus mengejar target retribusi pariwisata sebesar Rp58 miliar pada tahun 2026. Namun di sisi lain, target miliaran rupiah tersebut hanya ditopang oleh anggaran promosi pariwisata sebesar Rp130 juta.

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Disparbud Bangli, Ni Wayan Sarmiani mengakui bahwa anggaran promosi pariwisata terbatas, hanya Rp130 juta. Besarannya relatif tidak berubah dari tahun ke tahun. “Setiap tahun sekitar itu, paling naik sekitar 10 persen,” ujarnya, Kamis (2/7).

Baca juga:  Koster Siap Lanjutkan Pembangunan Kawasan PKB

Untuk menyiasati keterbatasan dana, Disparbud Bangli membatasi kegiatan promosi. Anggaran tahun ini hanya diprioritaskan untuk mengikuti Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) di Nusa Dua yang rutin diikuti Disparbud Bangli. Selain itu, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk ikut pameran ke Yogyakarta pada Oktober mendatang. Selebihnya, promosi wisata dilakukan melalui media sosial.

Seperti yang diketahui, pendapatan asli daerah Kabupaten Bangli dari retribusi pariwisata berasal dari lima DTW yakni Penglipuran, DTW kintamani, DTW Kehen, DTW Terunyan, dan DTW Penulisan. Dari target Rp58 miliar pada 2026, realisasi per 1 Mei 2026 baru mencapai Rp12,11 miliar.

Baca juga:  Astra Motor Bali Hadirkan Pelumas AHM Oil Terbaru

Kepala Disparbud Bangli, I Wayan Dirga Yusa dalam wawancara sebelumnya mengakui capaian ini masih rendah. Menurutnya, seretnya pendapatan dipengaruhi ketegangan geopolitik global akibat konflik Iran dengan Israel dan AS yang berdampak pada menurunnya minat liburan wisatawan asing.

Untuk mengejar ketertinggalan, Disparbud Bangli akan fokus mengoptimalkan pemungutan di kawasan Kintamani dengan beberapa langkah. Salah satunya menerapkan sistem pembayaran online melalui portal pemerintah, tanpa menghapus opsi pembayaran tunai di lokasi. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Pasca Pencabutan Izin BPR Kamadana, Nasabah Datangi Kantor Cari Kejelasan Dana
BAGIKAN