
AMLAPURA, BALIPOST.com – Tiga duta marching band siap tampil berlaga di ajang Langgam Indonesia XXVII Tahun 2026 di Universitas Udayana. Acara pelepasan dilaksanakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem di GOR Gunung Agung Amlapura, Minggu (28/6).
Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana mengungkapkan, tiga kontingen yang mewakili Karangasem di ajang tersebut, meliputi Marching Band Gita Garcia dari SD Insan Mandiri, Marching Band Gita Gargita dari SMP Negeri 2 Amlapura, serta Marching Band Sangkakala Widya Loka dari SMA Negeri 2 Amlapura.
“Kalian berdiri bukan lagi sekadar membawa nama sekolah masing-masing, tetapi membawa panji dan kehormatan Kabupaten Karangasem. Menembus kompetisi tingkat regional hingga nasional bukanlah hal yang mudah. Kalian tidak lagi sekadar membawa nama sekolah, melainkan mengemban kehormatan Kabupaten Karangasem di ajang bergengsi tersebut,” ujarnya.
Budiadnyana mengatakan, keberhasilan para peserta lolos ke tingkat nasional merupakan buah dari latihan keras, kedisiplinan, dan pengorbanan yang dilakukan selama berbulan-bulan. Untuk itu, semua peserta diminta untuk selalu menjaga kekompakan, karena kekompakan menjadi kunci utama dalam sebuah penampilan marching band.
“Jaga kekompakan dengan saling asah, asih, dan asuh. Marching band bukan pertunjukan individu. Keindahan musik dan formasi lahir dari satu rasa, satu irama, dan satu komando. Bertandinglah dengan mental juara, tunjukkan kepada seluruh peserta bahwa anak-anak Karangasem bukan hanya berbakat, tetapi juga berkarakter dan berbudaya,” jelasnya.
Sementara itu, pelatih marching band, I Nyoman Sumantara mengungkapkan, persiapan menuju kompetisi telah dilakukan jauh-jauh hari. Latihan rutin yang semula digelar satu kali setiap pekan ditingkatkan intensitasnya selama tiga bulan terakhir agar anak-anak semakin matang, baik dari sisi teknik, kekompakan maupun mental bertanding. “Kami yakin anak-anak mampu tampil percaya diri dan memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Karangasem,” ujarnya. (Eka Parananda/balipost)


