
JAKARTA, BALIPOST.com – Kabar duka menyelimuti kamp tim nasional Prancis menjelang laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026. Pelatih kepala Didier Deschamps dipastikan tidak akan mendampingi Les Bleus saat menghadapi Norwegia setelah menerima kabar wafatnya sang ibunda.
Federasi Sepak Bola Prancis atau Federation Francaise de Football (FFF) mengonfirmasi bahwa Deschamps telah kembali ke Prancis untuk menghadiri prosesi pemakaman keluarga, sehingga tidak dapat memimpin sesi latihan maupun berada di bangku cadangan saat pertandingan penting melawan Norwegia.
Dilansir dari Kantor Berita Antara, kabar duka tersebut diterima Deschamps pada Selasa pagi. Setelah berdiskusi dengan Presiden FFF, Philippe Diallo, pelatih berusia 57 tahun itu memutuskan meninggalkan kamp tim untuk sementara waktu demi mendampingi keluarga di tengah masa berkabung.
Absennya sosok yang telah membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 itu menjadi pukulan emosional bagi skuad Les Bleus. Meski demikian, tim tetap berusaha menjaga fokus menghadapi laga terakhir fase grup yang akan menentukan posisi mereka sebagai juara Grup I.
Selama Deschamps berada di Prancis, tugas memimpin tim untuk sementara dipercayakan kepada asisten pelatih senior, Guy Stephan. Stephan bukan sosok asing di lingkungan tim nasional karena telah lama menjadi tangan kanan Deschamps dalam berbagai turnamen besar.
Meski kehilangan kehadiran pelatih utama di pinggir lapangan, posisi Prancis sejatinya sudah aman. Les Bleus telah memastikan tiket ke fase gugur setelah meraih dua kemenangan meyakinkan pada laga sebelumnya, yakni mengalahkan Senegal 3-1 dan membungkam Irak 3-0.
Namun, pertandingan melawan Norwegia tetap memiliki arti penting. Selain mempertaruhkan gengsi, kemenangan akan memastikan Prancis mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen dan memperoleh jalur yang lebih menguntungkan menuju babak 32 besar.
Di tengah suasana duka yang menyelimuti tim, para pemain Prancis diperkirakan akan tampil dengan motivasi tambahan untuk memberikan kemenangan sebagai bentuk penghormatan kepada pelatih mereka.
Seluruh perhatian kini tertuju pada bagaimana Les Bleus merespons situasi emosional tersebut saat menghadapi Norwegia. Dengan kualitas skuad yang dimiliki, Prancis tetap difavoritkan meraih hasil positif, namun laga kali ini akan menjadi lebih dari sekadar pertandingan sepak bola.
Di balik upaya mempertahankan kesempurnaan langkah di Piala Dunia 2026, Prancis juga akan bermain untuk sosok yang selama ini menjadi arsitek kesuksesan mereka. Saat Deschamps menjalani masa berkabung di tanah kelahirannya, skuad Les Bleus bertekad menjaga momentum dan mempersembahkan hasil terbaik bagi sang pelatih di tengah duka yang mendalam. (Suka Adnyana/balipost)










