Tanjung Verde meraih hasil imbang mengejutkan 2-2 melawan Uruguay dalam laga lanjutan penyisihan Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (21/6) waktu setempat. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Tanjung Verde kembali membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Blue Sharks itu kembali memberikan kejutan dengan menahan imbang mantan juara dunia Uruguay 2-2 dalam laga Grup yang berlangsung di Miami Stadium, Senin (22/6).

Setelah sebelumnya sukses mencuri perhatian dengan menahan Spanyol tanpa gol, pasukan asuhan Bubista kembali menunjukkan mental baja saat bangkit dari ketertinggalan untuk merebut satu poin berharga dari tim kuat Amerika Selatan tersebut.

Tanjung Verde tampil tanpa rasa gentar sejak menit awal. Kejutan pertama hadir pada menit ke-21 ketika Kevin Pina mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas dari jarak jauh.

Bola meluncur deras menembus celah pagar hidup Uruguay sebelum bersarang di sudut bawah gawang yang dijaga Fernando Muslera, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Sea Games 2019, Atlet Kodam Udayana Raih Medali Emas

Gol tersebut membuat Uruguay tersentak. La Celeste kemudian meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya berhasil membalikkan keadaan menjelang turun minum.

Pada menit ke-44, Maxi Araujo menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Rodrigo Bentancur yang membentur tiang gawang. Hanya beberapa menit berselang, tepatnya pada masa tambahan waktu babak pertama, Agustin Canobbio membawa Uruguay berbalik unggul 2-1 setelah mengontrol umpan sundulan Araujo sebelum menaklukkan kiper Vozinha.

Momentum tampak berpihak kepada Uruguay saat memasuki babak kedua. Namun Blue Sharks kembali menunjukkan daya juang luar biasa yang menjadi ciri khas mereka sepanjang turnamen ini.

Pada menit ke-61, Helio Varela memanfaatkan miskomunikasi di lini belakang Uruguay. Dengan cerdik, ia menyambar bola liar dan menceploskannya ke gawang kosong untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Baca juga:  Imbas Serangan Iran, Sejumlah Negara Timur Tengah Tutup Wilayah Udara

Setelah gol tersebut, Uruguay sepenuhnya mendominasi jalannya pertandingan. Tim asuhan Marcelo Bielsa terus menggempur pertahanan lawan demi mencari gol kemenangan. Bahkan legenda Uruguay, Luis Suarez, yang hadir di tribun penonton ikut memberikan dukungan langsung kepada timnya.

Namun pertahanan Tanjung Verde tampil sangat disiplin. Duet bek Pico Lopes dan Sidny Lopes Cabral menjadi tembok kokoh yang berkali-kali menggagalkan upaya para penyerang Uruguay. Di bawah tekanan bertubi-tubi, mereka mampu menjaga konsentrasi hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil imbang ini menjadi pencapaian luar biasa bagi negara kepulauan kecil di lepas pantai Afrika Barat tersebut. Dalam dua pertandingan, mereka berhasil menahan dua raksasa sepak bola dunia, Spanyol dan Uruguay, sekaligus memperbesar peluang untuk menciptakan sejarah dengan lolos ke fase berikutnya.

Baca juga:  Olahraga Squash Bali Mulai Bangkit

Selain drama empat gol, pertandingan ini juga mencatatkan rekor unik dalam sejarah Piala Dunia. Untuk pertama kalinya, dua penjaga gawang yang sama-sama berusia 40 tahun atau lebih tampil sebagai starter dalam satu pertandingan Piala Dunia. Uruguay mengandalkan Fernando Muslera, sementara Tanjung Verde mempercayakan posisi penjaga gawang kepada veteran mereka, Vozinha.

Satu poin dari Uruguay terasa seperti kemenangan bagi Tanjung Verde. Blue Sharks terus menulis dongeng indah di Piala Dunia 2026 dan kini mulai membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di turnamen ini. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN