Desa Adat Tegenan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem melaksanakan upacara Ngaben Kinembulan. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Ini, Jadwal Salat Denpasar dan Sekitarnya 28 April 2026

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 22 Juni 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Amerta Dewa Jaya
Baik untuk hal-hal yang mengandung unsur keunggulan.

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah.

Geni Rawana
Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Baca juga:  Pasien Kanker Usus akhirnya Jalani Operasi di RSUD Buleleng

Istri Payasan
Mengandung unsur keindahan. Baik untuk melaspas dan bercocok tanam.

Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu.

Tunut Masih
Baik untuk melas rare, mulai mengajar/melatih ternak bekerja, membentuk perkumpulan (organisasi), memulai membuka sekolah atau perguruan, baik untuk nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) diisi tali pengikat.

Uncal Balung
Tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting. (Sumarthana/balipost)

Baca juga:  Tindak Lanjuti SE PPDN Terbaru, Bandara Ngurah Rai akan Lakukan Ini
BAGIKAN