
JAKARTA, BALIPOST.com – I.League memastikan format kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 tidak mengalami perubahan. Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia itu tetap akan menggunakan skema dua grup yang masing-masing dihuni 10 klub dengan format triple round robin, sebelum dilanjutkan ke fase play-off promosi, play-off degradasi, dan partai final.
Keputusan tersebut disepakati dalam Owner’s Meeting Championship 2026/2027 yang berlangsung di Kantor I.League, Kamis (18/6). Selain mempertahankan format kompetisi, operator liga juga memastikan regulasi pemain asing dan pemain muda tetap diberlakukan seperti musim sebelumnya.
Setiap klub masih diperbolehkan mendaftarkan tiga pemain asing, memasukkan tiga nama dalam daftar susunan pemain, serta memainkan ketiganya secara bersamaan. Sementara itu, aturan menit bermain bagi pemain U-21 tetap menjadi kewajiban sebagai bagian dari upaya pembinaan talenta muda nasional.
Tak hanya itu, seluruh ofisial klub Championship diwajibkan berasal dari tenaga lokal sebagai langkah memperkuat kapasitas sumber daya manusia sepak bola Indonesia.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa berbagai penyempurnaan regulasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan tata kelola kompetisi.
“Owner’s Meeting menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama antara operator dan klub. Seluruh penyempurnaan regulasi, sistem kompetisi, hingga penguatan club licensing kami lakukan agar kompetisi Championship semakin profesional, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu menjadi fondasi kuat dalam pembinaan sepak bola Indonesia,” ujar Ferry Paulus, dilansir dari Kantor Berita Antara.
Selain mempertahankan format kompetisi, I.League juga menghadirkan sejumlah inovasi guna meningkatkan efisiensi penyelenggaraan liga. Klub kini akan memperoleh kalender pertandingan lebih awal sehingga memiliki waktu lebih panjang untuk menyusun perencanaan operasional, pengurusan perizinan, hingga strategi komersial.
Klub juga diberikan ruang lebih besar untuk menyampaikan masukan terhadap jadwal pertandingan melalui mekanisme feedback yang lebih terstruktur.
Pada aspek tata kelola, implementasi Club Licensing semakin diperketat. Standar lisensi untuk klub Championship akan disetarakan dengan Super League, termasuk penambahan aspek penilaian di bidang pemasaran, pengembangan, dan keberlanjutan bisnis.
“Kami ingin klub memiliki kepastian sejak awal, mulai dari kalender kompetisi, mekanisme penjadwalan, regulasi, hingga pengembangan akademi. Dengan perencanaan yang lebih matang, klub dapat fokus meningkatkan kualitas organisasi maupun performa di lapangan sehingga kompetisi menjadi semakin kompetitif dan menarik,” tambah Ferry.
Pegadaian Championship 2026/2027 dijadwalkan berlangsung mulai September 2026 hingga Mei 2027 dengan total 273 pertandingan.
Sementara itu, pengembangan kompetisi usia muda Elite Pro Academy (EPA) juga menjadi fokus utama transformasi sepak bola nasional. Mulai musim depan, EPA akan distandarisasi menjadi dua kelompok usia, yakni U-20 dan U-18. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari roadmap jangka panjang agar seluruh klub Super League dan Championship memiliki akademi berstandar nasional pada 2030, sekaligus menciptakan jalur pembinaan pemain yang berkesinambungan untuk mendukung kebutuhan tim nasional Indonesia. (Suka Adnyana/balipost)







