
DENPASAR, BALIPOST.com – Euforia Piala Dunia 2026 yang mulai bergulir pada 12 Juni waktu Indonesia hingga 20 Juli dipastikan turut menyita perhatian masyarakat Bali, termasuk kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Meski demikian, ASN diingatkan agar tidak menjadikan ajang sepak bola empat tahunan tersebut sebagai alasan menurunnya disiplin dan kinerja pelayanan publik.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali, I Wayan Budiasa, mengakui banyak ASN di lingkungan Pemprov Bali merupakan penggemar sepak bola dan siap begadang demi menyaksikan pertandingan yang sebagian besar berlangsung dini hari hingga pagi waktu Indonesia.
“Untuk di Pemerintah Provinsi Bali saya tahu banyak juga penggemar bola yang memang rela begadang bahkan menunggu mulai kick off di jadwal-jadwal yang sudah beredar selama ini,” ujarnya, Rabu (10/6) sore.
Namun, Budiasa menegaskan kegemaran menonton sepak bola tidak boleh mengganggu kewajiban ASN. Sistem disiplin berbasis aplikasi yang diterapkan Pemprov Bali akan tetap mencatat setiap keterlambatan absensi tanpa terkecuali.
“Silakan menonton bola tetapi jangan sampai mengganggu kinerja secara keseluruhan. Karena kita saat ini juga sudah menerapkan pola disiplin berbasis pada sistem aplikasi. Sehingga ketika ada keterlambatan untuk absensi dengan alasan apa pun termasuk alasan nonton bola itu tidak ada toleransi, tetap nanti akan ada dampak,” tegasnya.
Menurut Budiasa, keterlambatan maupun menurunnya produktivitas kerja akibat kurang istirahat akan berdampak pada penilaian disiplin ASN. Dampak lanjutannya adalah pengurangan nilai kinerja yang berpengaruh terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Kalau memang terlambat absen tentu akan berdampak pada aspek disiplin. Aspek disiplin keterlambatannya tentu akan berpengaruh pada nilai TPP yang akan diterima. Ketika nilai kinerja turun otomatis pemberian TPP juga akan berkurang,” jelasnya.
BKPSDM mengimbau seluruh ASN tetap menjaga profesionalisme selama berlangsungnya pesta sepak bola dunia tersebut. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan maksimal karena saat ini Pemprov Bali juga tengah mengejar percepatan berbagai program prioritas sesuai arahan Gubernur Bali.
Terkait kemungkinan diterbitkannya surat edaran khusus mengenai Piala Dunia bagi ASN, Budiasa menegaskan BKPSDM tidak memiliki rencana mengeluarkan aturan khusus. Menurutnya, Piala Dunia merupakan kegiatan insidental dan bukan agenda kedinasan yang membutuhkan pengaturan tersendiri.
Meski demikian, apabila terdapat ASN yang tidak masuk kerja dengan alasan tertentu, seluruh mekanisme tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Pegawai yang sakit wajib menyertakan surat keterangan dokter, sementara cuti hanya bisa diberikan sesuai hak cuti yang dimiliki.
“Kalau dia cuti tentu ada batasan cuti. Kalau sudah melewati batasan cuti tentu tidak bisa diberikan hak cuti,” pungkasnya.
Diketahui, Piala Dunia 2026 akan berlangsung di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ajang sepak bola terbesar di dunia itu diperkirakan kembali menarik perhatian miliaran penonton, termasuk masyarakat dan ASN di Bali. (Ketut Winata/balipost)










