
DENPASAR, BALIPOST.com – Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia, Bali memiliki peran strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,8% untuk periode 2025–2027. Perekonomian Bali mencapai Rp81,39 triliun pada kuartal II tahun 2025, meningkat sebesar 6,70% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Untuk menjaga momentum tersebut, saat ini berbagai sektor usaha terus mengembangkan kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat berbagai faktor penunjang pertumbuhan, mulai dari kualitas sumber daya manusia, keberlanjutan lingkungan, hingga daya saing sektor-sektor unggulan daerah.
Melalui Executive Briefing “Impact of Innovation on Bali’s Economic Development: A Showcase of U.S. Companies’ Initiatives”, US-ASEAN Business Council (USABC) menyoroti berbagai inisiatif perusahaan Amerika Serikat (AS) yang berkontribusi dalam memperkuat fondasi pembangunan ekonomi Bali. Acara ini juga merupakan kelanjutan dari peluncuran Laporan Bisnis AS untuk Indonesia (BISA) 2025, bagian dari Program BISA.

Acara ini turut dihadiri sejumlah perusahaan anggota USABC yang menyampaikan berbagai inisiatif yang telah mereka jalankan di Bali sebagai bagian dari kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan daerah.
Marriott International misalnya, melalui program Bali for Bali, memperkuat pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal sekaligus menciptakan manfaat yang nyata bagi masyarakat, dengan membuka lebih banyak peluang bagi para pelaku usaha dan produsen lokal. Dampak inisiatifnya sejak 2022, lebih dari Rp14 miliar telah dihasilkan dalam pengadaan produk dan bahan baku lokal yang membantu memperkuat rantai pasok di Bali.
Sementara itu, Diageo Indonesia melalui program Learning for Life dan Diageo Bar Academy membantu meningkatkan keterampilan masyarakat dan kesiapan kerja, lebih dari 7.000 individu di Indonesia mendapatkan pelatihan di bidang pariwisata, hospitality, kewirausahaan, dan bartending.
PepsiCo di sisi lain memberikan dukungan pendanaan dan mentoring bagi startup pengelolaan sampah asal Bali, Bali Waste Cycle melalui program Greenhouse Accelerator, untuk mengatasi masalah sistemik dalam pengelolaan sampah kemasan.

Sedangkan Herbalife menjalankan Program Casa Herbalife sejak 2019 untuk mendukung peningkatan kualitas nutrisi anak-anak di Kabupaten Karangasem dan Buleleng. Program senilai USD 233,746 ini telah menjangkau ratusan anak dan diharapkan membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan siap berkontribusi untuk mencapai Indonesia Emas di tahun 2045.
Selain itu ada Corteva Agriscience yang nengembangkan kapasitas petani beras dan sayuran yang ada di Bali untuk memaksimalkan produktivitas petani.
Visa di lain pihak menggabungkan jaringan global dengan inovasi pembayaran lokal untuk memberikan kenyamanan pembayaran bagi wisatawan, agar pelaku usaha dari berbagai skala berpartisipasi dalam ekonomi digital, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi global untuk perjalanan dan aktivitas ekonomi.
“Kami berharap kisah dan praktik baik dari Bali ini dapat menginspirasi lebih banyak inisiatif serupa dan menjalar ke berbagai daerah di Indonesia. Kami di USABC akan terus berkomitmen mendukung terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara sektor publik dan swasta untuk memperkuat pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Nugraheni Utami, Chief Country Representative USABC Indonesia. (Adv/balipost)

