
SINGARAJA, BALIPOST.com – Indonesia Walk for Peace 2026 resmi dimulai dengan dilepasnya puluhan bhikkhu dari Brahma Vihara Arama, Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Sabtu (9/5).
Kegiatan yang menjadi rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2026 ini diikuti 56 bhikkhu dan peserta dari sejumlah negara.
Pelepasan peserta dilakukan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Syafi’i, didampingi Gubernur Bali Wayan Koster. Perjalanan damai tersebut akan menempuh rute Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Yogyakarta sebelum tiba di Borobudur.
Dikutip dari situs IWFP, perjalanan para bhikkhu akan dilakukan selaman 22 hari, dari 7 hingga 28 Mei. Menempuh jarak kurang lebih 500 kilometer.
Ketua Panitia Pusat, Tosin, mengatakan total peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 56 orang.
Rinciannya sebanyak 43 peserta berasal dari Thailand, 4 peserta dari Malaysia, 3 peserta dari Laos, serta peserta dan pendamping dari Indonesia.
Usia para bhikkhu ini beragam. Ia menjelaskan yang tertua berusia 76 tahun sedangkan termuda 23 tahun.
Para Bhikkhu nantinya akan berjalan kaki menuju Borobudur dengan target perjalanan sekitar 30 kilometer setiap harinya. Perjalanan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari ritual spiritual menyambut Waisak, tetapi juga membawa pesan perdamaian dan keharmonisan antarumat beragama.
“Perjalanan ini melintasi empat provinsi dan mendapat dukungan luar biasa dari berbagai elemen masyarakat.
Muhammad Syafi’i menyebut kegiatan tersebut sebagai program luar biasa yang menunjukkan semangat kuat dan niat suci para peserta.
“Ketika hati manusia tunduk kepada Tuhan, tidak ada lagi yang merasa lebih tinggi ataupun lebih rendah. Yang paling mulia adalah mereka yang bertakwa,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjalanan damai itu juga menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Seluruh peserta berjalan dengan tujuan yang sama tanpa memandang perbedaan. (Nyoman Yudha/balipost)



