Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali, Supendi. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengucurkan subsidi bunga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali mencapai Rp200 miliar per Februari 2026.

“Penyaluran KUR di Bali sudah Rp2,2 triliun berarti sekitar Rp200 miliar kami sudah subsidi bunga,” ucap Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali Supendi di Denpasar, Bali, Kamis (30/4).

Dikutip dari Kantor Berita Antara, total penyaluran KUR di Bali per Februari 2026 kepada 25.641 debitur mencapai Rp2,2 triliun atau naik 41,53 persen dibandingkan periode sama 2025 sekitar Rp1,54 triliun.

Baca juga:  Dari Awal 2023, Badung Kembalikan Ratusan Gepeng Asal Karangasem

Dari jumlah itu, penyaluran untuk skema kredit mikro yang paling besar mencapai Rp1,31 triliun.

Dengan pertumbuhan signifikan penyaluran kredit program pemerintah itu, Bali menempati posisi keenam nasional penyaluran KUR terbesar.

Adapun sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap terbesar KUR mencapai 34,65 persen, kemudian pertanian dan kehutanan mencapai 19,91 persen, dan jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya mencapai 12,51 persen.

Baca juga:  Bantu Masyarakat Terbebas dari Rentenir, Ini Kisah Sukses AgenBRILink Asal Lumajang

Sedangkan Kota Denpasar masih menjadi daerah dengan penyaluran terbesar mencapai Rp389,89 miliar mencapai 3.263 debitur.

Sementara itu, dari sisi jumlah debitur terbanyak ada di Kabupaten Buleleng mencapai 4.469 orang debitur dengan penyaluran mencapai Rp249,26 miliar.

Ia menyebutkan pihaknya memiliki perhatian khusus terkait subsidi bunga agar penyaluran kredit program itu tersalurkan tepat sasaran.

Adapun besaran bunga per tahun dalam skema KUR adalah enam persen, bahkan debitur dengan kredit di bawah Rp10 juta untuk segmen super mikro, mereka membayar bunga tiga persen.

Baca juga:  Harga Pupuk Subsidi Turun, Dinas Pertanian dan Pangan Awasi Penerapan HET

“Kami Kemenkeu menyubsidi bunga untuk yang mikro, kecil adalah sebesar sembilan persen subsidi bunga, super mikro kami subsidi 15 persen,” imbuhnya.

Provinsi Bali mendapatkan kuota penyaluran KUR sebesar Rp10,94 triliun dari total secara nasional sebesar Rp308 triliun.

Dengan realisasi penyaluran KUR per Februari 2026 itu, maka perbankan masih memiliki ruang lebih besar untuk fungsi intermediasi perbankan. (kmb/balipost)

BAGIKAN