
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pawai budaya yang melibatkan ratusan pelajar hingga beragam lomba seni tradisional akan mewarnai Festival Seni Adat dan Budaya “Festa Sada 2026” di Kecamatan Sukasada. Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendorong generasi muda untuk terlibat langsung dalam pelestarian budaya Bali.
Festival bertajuk “Abhyudaya” yang bermakna kebangkitan seni adat dan budaya ini akan berlangsung selama tiga hari, pada 17–19 April 2026, di Taman Bung Karno (RTH Sukasada). Plt. Camat Sukasada, Komang Budiarsana, Rabu (15/4), menjelaskan bahwa pelaksanaan festival ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Buleleng untuk menghidupkan serta mengajegkan adat dan budaya Bali melalui kegiatan di tingkat kecamatan.
Menurutnya, Festa Sada 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki tujuan strategis yakni melestarikan seni dan adat yang telah mengakar di masyarakat serta mendorong generasi muda menjadi pelaku aktif budaya. Selain itu, festival ini juga menjadi ruang untuk menggali potensi seni budaya baru yang berkembang di tengah masyarakat.
“Melalui festival ini, kami ingin memastikan budaya tetap hidup dan diwariskan, sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas baru,” ujarnya.
Pada hari pertama, festival akan diawali dengan pawai budaya yang diikuti pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kecamatan Sukasada. Mereka akan berjalan dari kantor Camat menuju Taman Bung Karno sambil membawa obor dan tektekan, menciptakan suasana meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Pembukaan festival direncanakan dilakukan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Buleleng bersama unsur forkopimda dan tokoh masyarakat. Prosesi pembukaan ditandai dengan ngoncang serta iringan baleganjur dari Desa Gitgit, yang akan disambut dengan tari penyambutan dan penampilan tari massal rejang renteng oleh ratusan anggota PKK.
Memasuki hari kedua, berbagai lomba seni dan budaya Bali akan digelar. Diantaranya lomba mesatua Bali tingkat SD, Pidarta Bahasa Bali tingkat SMP, serta nyurat aksara Bali untuk tingkat SMA. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa, aksara, dan tradisi Bali.
Sementara pada hari terakhir, festival akan ditutup dengan pertunjukan seni hiburan yang memadukan unsur tradisional dan modern, termasuk penampilan musik dan tarian kreatif. Tak hanya berfokus pada pelestarian budaya, Festa Sada 2026 juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM akan dilibatkan dalam pameran dan penjualan produk selama festival berlangsung.
“Kita berharap kegiatan ini kedepan menjadi agenda rutin yang tidak hanya menjaga eksistensi budaya lokal, tetapi juga memperkuat peran Sukasada sebagai salah satu pusat kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Buleleng,” imbuhnya. (Yudha/balipost)









