Lolot Band saat konferensi pers rilis Album ke-11, di Denpasar, Rabu (1/4). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Empat tahun vakum tanpa album baru setelah album ke-10 “Bali Metangi” dirilis pada 2022, Lolot Band akhirnya meluncurkan “Tajir Melintir.”

Album ini menjadi refleksi perjalanan panjang mereka di skena musik Bali, sekaligus bukti konsistensi dalam menjaga identitas Bali Rock yang khas.

Vokalis Lolot Band, I Made Bawa, Rabu (1/4), menjelaskan judul “Tajir Melintir” bukan dipilih tanpa alasan. Di balik kesan jenaka dan ringan, tersimpan pesan mendalam tentang perjuangan, mimpi, dan cara memandang seseorang.

Ia mengatakan Lolot Band ingin mengingatkan bahwa kesuksesan tidak selalu terlihat dari penampilan luar. Lewat lagu utama berjudul sama, mereka menyisipkan motivasi. “Jangan meremehkan orang lain, dan jangan menyerah meski sedang berada di titik terendah. Sebuah pesan yang terasa dekat, terutama bagi generasi muda yang tengah berjuang menemukan jalannya.”

Baca juga:  Raih Pangkat Bintang Satu, Ini Harapan Danrem Wira Satya

Album ini menghadirkan enam lagu dengan karakter berbeda. Mulai dari Meserah Pasrah, Silih-silih Kambing, Jujur, Dewi Supraba, Tajir Melintir, hingga Cerita Kita. Setiap lagu membawa warna tersendiri, dari isu sosial hingga kisah cinta dan persahabatan.

Menariknya, di album ini Lolot Band juga menyisipkan satu lagu berbahasa Indonesia, memperluas jangkauan pesan mereka tanpa meninggalkan akar lokal yang kuat.

Sebagai video klip pertama, lagu “Silih-silih Kambing” dipilih bukan tanpa pertimbangan. Lagu ini mengangkat fenomena sosial yang akrab, yakni pinjam-meminjam yang berujung konflik.

Baca juga:  Dua Bangunan Utama Pura Dalem Sukaluwih Terbakar

Dengan musik energik khas Lolot Band, lagu ini menyentil pentingnya tanggung jawab dan etika dalam hubungan sosial. Pesannya sederhana namun kuat, persahabatan jangan sampai rusak hanya karena urusan materi.

Personel Lolot Band, Mr. Botax mengungkapkan bahwa peluncuran album ini akan berlangsung dalam event spesial Balirockshow pada Sabtu, 4 April 2026 di Gedung Ketut Maria, Tabanan. Namun, acara ini bukan sekadar konser.

Baca juga:  Kedapatan Nyabu, Sopir Truk Galian C Dibekuk

Balirockshow menjadi ruang perayaan bagi komunitas Balirockers yang telah memasuki usia ke-12 tahun. Setelah sukses dengan festival besar Balirockfest pada 2019 dan 2022, kali ini LOLOT Band memilih format yang lebih intim, namun tetap sarat makna.

“Album ini bukan sekadar rilisan, melainkan perayaan perjalanan, semangat, dan harapan. Enam lagu cukup di album ini, karena biasanya hanya beberapa lagu saja yang dibawakan saat konser,” pungkas Mr. Botax. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN