
GIANYAR, BALIPOST.com – Badan Riset Daerah (BRIDA) kembali menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah tingkat SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar. Ajang tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian penganugerahan Citra Karya Raksita 2026 ini bertujuan menjaring talenta muda sekaligus mendukung program unggulan daerah di bidang pendidikan.
Kepala BRIDA Gianyar, I Ketut Sedana, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ketiga ini mengusung tema “Pelestarian Ekosistem dan Lingkungan Hidup”. Tema tersebut dipilih untuk menyelaraskan visi pembangunan pendidikan Provinsi Bali dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur riset dan inovasi.
”Lomba ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program unggulan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, khususnya dalam penguatan kualifikasi siswa untuk program Beasiswa Gianyar Aman,” ujar Ketut Sedana di Gianyar.
Melalui kompetisi ini, para pelajar didorong untuk memberikan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan di masyarakat. Fokus penelitian tahun ini mencakup empat pilar utama mitigasi kerusakan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, sistem pengelolaan persampahan, dan pengembangan potensi lokal berbasis lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Gianyar yang memproyeksikan pemberian sekitar 1.000 beasiswa bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tahun 2026. Prestasi di bidang ilmiah diharapkan menjadi salah satu indikator utama dalam mencetak lulusan yang kompetitif.
Antusiasme peserta menunjukkan tren positif dengan keterlibatan 28 peserta tingkat SMP dan 15 peserta tingkat SMA/SMK. Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh Dewan Juri dari Tim Kelitbangan Kabupaten Gianyar yang terdiri dari para akademisi pakar.
Tim juri tingkat SMA/SMK diketuai oleh Prof. Dr. Ir. I Wayan Suparta, MS, didampingi Prof. Drs. Made Suastra, Ph.D, dan Ir. Ketut Witarka Yudiarta, MT. Sementara tingkat SMP diketuai oleh Prof. Dr. I Ketut Gading, M.Psi, bersama Drs. I Gede Widarma Suharta, MM, dan Dr. I Gede Made Sadguna, SE., MBA. DBA.
CSebagai bentuk apresiasi lebih lanjut, Pemkab Gianyar tidak hanya memberikan penghargaan bagi pemenang, tetapi juga akan memfasilitasi pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi karya-karya terbaik yang memiliki kemanfaatan tinggi bagi masyarakat.
“Lomba ini adalah wadah melatih kreativitas menuju Indonesia Emas. Kami ingin membangun generasi Gianyar yang cerdas, inovatif, dan berdaya saing global,” tutup Ketut Sedana. (Wirnaya/balipost)



