Dokter Spesialis Jantung Intervensi SCVC, dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP, SubSp.Kl.,IKKv(K). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk pertama kalinya, pemasangan katup jantung tanpa operasi dilakukan di Bali. Tim dokter menangani dua pasien lanjut usia di atas 70 tahun yang sebelumnya mengalami sesak saat melakukan aktivitas ringan seperti berjalan dan menaiki tangga. Keduanya didiagnosis mengalami penyempitan katup aorta yang sangat berat.

Menurut Dokter Spesialis Jantung Intervensi SCVC, dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP, SubSp.Kl.,IKKv(K) prosedur Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) ini dilaksanakan lewat program charity oleh Sapporo Cardiovascular Clinic yang berada di bawah naungan Hong Kong Asia Medical Group.

Baca juga:  PTM Prokes Ketat, Sekolah Harmonikan Lingkungan

Ia menjelaskan bahwa prosedur TAVI dilakukan tanpa pembedahan besar. Katup jantung buatan dimasukkan melalui pembuluh darah di paha menuju aorta untuk menggantikan katup yang mengalami penyempitan.

“Pasien dengan stenosis aorta berat biasanya mengalami sesak napas, nyeri dada hingga pingsan karena aliran darah dari ventrikel kiri ke aorta terganggu,” ujarnya Senin (9/3) di Bali International Hospital.

Prosedur TAVI berlangsung sekitar satu hingga satu setengah jam. Berbeda dengan operasi jantung terbuka, pasien dapat bergerak kembali dalam waktu singkat setelah tindakan dilakukan.

Baca juga:  Ritual Tari Sakral Legong Sri Sedana

“Keuntungan terbesar bagi pasien adalah tidak ada sayatan besar dan masa pemulihan jauh lebih cepat, sehingga pasien bisa kembali beraktivitas lebih cepat,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi TAVI sebelumnya lebih banyak digunakan pada pasien dengan risiko tinggi menjalani operasi terbuka. Namun seiring perkembangan penelitian dan teknologi medis, prosedur ini kini dapat diterapkan pada kelompok pasien yang lebih luas.

Meski telah berkembang di berbagai negara, penerapan TAVI di Indonesia masih relatif terbatas. Hingga kini jumlah kasus yang tercatat diperkirakan masih di bawah 50 tindakan dan baru dilakukan di beberapa kota seperti Jakarta dan Makassar, sebelum akhirnya mulai dilaksanakan di Bali.

Baca juga:  Gubernur Koster Dapat Dukungan Anggaran Pembangunan Infrastruktur dari Menteri PPN/Kepala Bappenas

Dengan hadirnya layanan ini di Bali, diharapkan akses pasien terhadap terapi katup jantung modern semakin terbuka sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga medis dalam menangani penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN