
DENPASAR, BALIPOST.com – Cabang olahraga bela diri asal Prancis, Savate, kian menunjukkan eksistensinya di Pulau Dewata. Melalui Rapat Kerja Daerah Federasi Savate Indonesia (FSI) Provinsi Bali yang digelar Minggu (22/2), cabang olahraga ini berkomitmen mencetak atlet berprestasi di level nasional hingga internasional.
Savate atau yang dikenal sebagai French Boxing merupakan olahraga bela diri yang memadukan teknik pukulan tangan dan tendangan kaki dengan penggunaan sepatu khusus saat bertanding. Atlet bertarung di atas ring dengan perlengkapan pelindung, sementara penilaian diberikan berdasarkan poin dari serangan yang bersih, sah, dan terukur.
Sebagai cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Indonesia, Federasi Savate Indonesia (FSI) resmi berdiri pada 23 September 2025. Di Bali, geliat pembinaan terus diperkuat melalui konsolidasi organisasi yang melibatkan seluruh pengurus kabupaten/kota serta perwakilan KONI Bali.
Ketua FSI Bali, Rolly Polandos, SH, menegaskan bahwa rapat kerja ini menjadi momentum memantapkan dedikasi organisasi sekaligus memperkuat sinergi dengan KONI di tingkat provinsi maupun daerah. “Target kami pada 2027 sudah bisa ikut ekshibisi Porprov, dan 2028 tampil dalam ekshibisi PON,” ujarnya optimis.
Perwakilan Bidang Organisasi KONI Bali, I Komang Suantara, menyambut antusias hadirnya Savate sebagai cabang olahraga baru yang berpotensi menambah pundi-pundi medali bagi Bali.
“Ini menjadi tambahan kekuatan baru dan segera kami daftarkan sebagai anggota KONI Bali. Mudah-mudahan pada 2027 sudah wajib ikut ekshibisi sebagai ajang promosi ke masyarakat,” katanya.
Sekretaris Umum Savate Bali, Deva Putra, menyebut saat ini sudah ada 14 atlet yang siap tampil dalam kompetisi, dengan total 40 anggota tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. “Kami sudah siap dari sisi organisasi, prestasi, dan regenerasi atlet,” tegasnya. (Suka Adnyana/balipost)



