Nasi campur Men Weti. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kota Denpasar yang pada 27 Februari 2026 berulang tahun ke-238 tak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan denyut ekonomi Bali, tetapi juga sebagai gudangnya kuliner legendaris yang tetap bertahan di tengah gempuran zaman. Banyak warung makan yang tetap eksis meski sudah puluhan tahun beroperasi.

Dari warung sederhana hingga rumah makan keluarga, sejumlah pelaku usaha ini tetap setia menjaga resep turun-temurun yang menjadi identitas rasa lokal.

Berikut lima kuliner legendaris di Kota Denpasar yang tetap eksis dan digemari lintas generasi:

1. Warung Wardani

Warung ini menjadi rujukan penikmat nasi campur Bali sejak puluhan tahun silam. Menu andalannya adalah nasi campur Bali dengan lauk ayam suwir berbumbu base genep, sate lilit, telur pindang, urap, serta sambal khas yang menggugah selera.

  • Alamat: Jalan Yudistira No. 2, Denpasar
  • Jam buka: 08.00–16.00 WITA
Baca juga:  Merawat Lansia dengan Rasa

Keunikan: Konsistensi rasa dan racikan bumbu tradisional yang kuat, dengan sistem prasmanan yang memudahkan pelanggan memilih lauk sesuai selera.

Warung Wardani kerap dipadati pelanggan, baik warga lokal maupun wisatawan, terutama saat jam makan siang.

2. Warung Mak Beng

Berdiri sejak 1941, warung yang berlokasi di kawasan Sanur ini terkenal dengan menu sederhana namun melegenda yakni sup kepala ikan dan ikan goreng dengan sambal khas.

  • Alamat: Jalan Hang Tuah No. 45, Sanur, Denpasar
  • Jam buka: 08.00–21.00 WITA

Keunikan: Hanya menyajikan satu paket menu, tetapi cita rasanya konsisten. Kuah supnya segar dengan sentuhan rempah dan rasa pedas yang khas.

Kesederhanaan menu justru menjadi kekuatan Warung Mak Beng. Pelanggan tak perlu memilih—cukup duduk dan hidangan segera tersaji.

3. Depot Betty

Baca juga:  Maling Puluhan Modem Lintas Kabupaten Ditangkap

Depot Betty dikenal luas sebagai salah satu pelopor nasi campur di Denpasar. Menu favoritnya adalah nasi campur dengan aneka lauk seperti ayam betutu, sate, lawar, dan sambal matah.

  • Alamat: Jalan Gunung Agung, Denpasar
  • Jam buka: 09.00–21.00 WITA

Keunikan: Porsi melimpah dengan variasi lauk yang lengkap, serta cita rasa khas rumahan yang tetap terjaga sejak dahulu.

Tak sedikit pelanggan yang mengaku telah berlangganan sejak masa sekolah hingga kini membawa keluarga mereka untuk menikmati hidangan yang sama.

4. Warung Nasi Tekor

Sesuai namanya, warung ini menyajikan nasi tekor, yakni nasi dengan lauk khas Bali yang disajikan di atas tekor atau wadah anyaman daun pisang.

  • Alamat: Jalan Raya Sesetan, Denpasar
  • Jam buka: 07.00–14.00 WITA

Keunikan: Penyajian tradisional menggunakan alas daun yang memberi aroma khas, lengkap dengan lauk seperti ayam betutu, serapah daging, dan sambal embe.

Baca juga:  Presiden Jokowi: Generasi Milienial Agar Miliki Tiga Bekal Keahlian

Warung ini kerap diserbu pembeli pada pagi hingga menjelang siang hari, terutama pekerja dan warga sekitar.

5. Warung Men Weti

Nasi campur khas Bali adalah andalan Warung Men Weti yang terletak di kawasan pesisir Sanur. Warung Men Weti identik dengan nasi campur Bali pedas yang menjadi buruan sejak pagi.

  • Alamat: Jalan Segara Ayu, Sanur, Denpasar
  • Jam buka: 07.00–13.00 WITA (sering habis lebih awal)

Keunikan: Rasa pedas yang autentik, dengan lauk ayam suwir berbumbu khas serta sambal yang menggigit.

Tak sedikit pelanggan rela datang lebih pagi demi memastikan kebagian sepiring nasi campur.

Selain lima kuliner di atas, masih banyak kuliner legendaris yang bisa dinikmati di Denpasar. Seperti Sate Plecing Arjuna, Warung Adnyana, dan Warung Satria. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN