Gelandang AC Milan Luka Modric merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Pisa pada pertandingan Liga Italia di Stadion Romeo Anconetani, Pisa, Jumat (13/2) waktu setempat. (BP/Dok. Acmilan.com)

JAKARTA, BALIPOST.com – AC Milan pulang dengan tiga poin krusial dari markas Pisa S.C. setelah menang dramatis 2-1 pada pekan ke-25 Serie A di Stadion Romeo Anconetani, Jumat (13/2) waktu setempat.

Sosok veteran Luka Modric menjadi pembeda lewat gol penentu di penghujung laga, memastikan Rossoneri tetap menjaga tekanan dalam perburuan gelar musim ini.

Sejak peluit awal, Milan tampil agresif dan mendominasi penguasaan bola. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-39 ketika Ruben Loftus-Cheek menanduk bola hasil skema serangan rapi untuk membawa tim tamu unggul 1-0, dirilis dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Inter Milan Kukuh di Puncak Klasemen Serie A, Tekuk Lazio 2-0 di Giuseppe Meazza

Memasuki babak kedua, Milan sempat menggandakan keunggulan melalui Niclas Füllkrug, tetapi gol dianulir akibat handsball dalam prosesnya. Peluang emas kembali datang pada menit ke-54 saat wasit menunjuk titik putih. Namun, eksekusi penalti Füllkrug justru melebar dan membuat keunggulan Milan tetap tipis.

Kegagalan itu hampir berujung petaka. Pada menit ke-71, tuan rumah menyamakan kedudukan lewat sepakan jarak dekat Felipe Loyola yang memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Skor berubah menjadi 1-1 dan publik Pisa kembali bersemangat.

Baca juga:  Juventus Hajar Sassuolo, Kembali ke Empat Besar Serie A

Saat laga tampak akan berakhir imbang, pengalaman berbicara. Pada menit ke-85, Luka Modric melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dihalau kiper Pisa. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus menunjukkan kelas sang maestro di momen krusial.

Drama belum selesai. Milan harus bermain dengan 10 orang pada masa injury time setelah Adrien Rabiot menerima kartu kuning kedua. Meski unggul jumlah pemain di sisa waktu, Pisa gagal memanfaatkan situasi tersebut.

Baca juga:  Derby Sengit, AC Milan Tundukkan Inter

Tambahan tiga poin membuat Milan mengoleksi 53 angka dari 24 pertandingan dan bertahan di peringkat kedua, terpaut lima poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan.

Sebaliknya, Pisa kian terpuruk di zona degradasi dengan 15 poin dari 25 laga, masih terpaut enam angka dari zona aman. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN