Sejumlah petugas pasukan biru Dinas PUPR Denpasar ketika membersihkan sampah sungai di dekat asrama Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sampah di saluran drainase dan sungai mengalami peningkatan seiring rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Bahkan, Pasukan Biru Denpasar paling sedikit mengangkut 6 ton sampah per harinya. Demikian diungkapkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPR Kota Denpasar Ketut Ngurah Artha Jaya, Selasa (3/2).

Dia mengatakan, adanya rencana penutupan TPA Suwung membuat beberapa warga menaruh begitu saja sampahnya di pinggir jalan. Sampah ini ada yang terseret saat hujan turun. Hal tersebut yang membuat volume sampah bertambah saat musim hujan akhir-akhir ini.

Baca juga:  Ini, 9 Hal Baru di TPS Saat Pilkada 2020

Ngurah Artha mengatakan, pascabanjir bandang yang melanda Denpasar 10 September 2025 lalu, pembersihan sungai dan selokan lebih gencar dilakukan. Selain menggunakan tenaga manusia pihaknya juga menggunakan mesin vaccum jetting untuk membersihkan sampah.

Pasukan Biru ini beranggotakan sekitar 300-an orang yang bertugas membersihkan sampah setiap harinya. Lokasi yang dibersihkan berbeda-beda setiap harinya.

“Tiap hari kami memiliki jadwal rutin pembersihan sampah di titik-titik yang sudah ditentukan. Namun jika ada kebutuhan mendesak kita pindahkan tenaga ke lokasi yang memerlukan,” terangnya.

Baca juga:  Terapi Plasma Konvalesen Pelengkap Terapi Covid-19, Percepat Kesembuhan

Ia mengatakan dari kegiatan bersih-bersih rutin, setiap harinya Pasukan Biru bisa mengangkut 6 ton sampah. Sampah yang diangkut terdiri dari sampah organik dan anorganik, namun paling banyak adalah sampah plastik terutama botol. “Ini minimal 6 ton. Akhir-akhir ini bisa lebih banyak,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN