Tim gabungan melakukan pencarian terhadap Made Serina yang hanyut pascaditabrak mobil di perempatan Desa Baktiseraga, Buleleng. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maut terjadi di perempatan Jalan Laksamana–Serma Karma Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng didalami Satlantas Polres Buleleng. Sopir mobil yang menabrak I Made Serina hingga jatuh ke saluran air dan hanyut menjalani pemeriksaan intensif.

Kasatlantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, dikonfirmasi Selasa (13/1) menjelaskan usai kejadian, polisi pun sempat mengamankan pelaku di Mapolres Buleleng. Sopir mobil yang diketahui bernama Putu Hari Swastika (40), telah dimintai keterangan guna memastikan penyebab kecelakaan.

“Kemarin sudah kami lakukan interogasi awal terhadap sopirnya. Belum diamankan, baru dimintai keterangan,” ujarnya.

Bachtiar menyebut berdasarkan pengakuan awal sopir, saat kejadian lampu lalu lintas dalam kondisi hijau. Sementara sepeda motor diduga menerobos lampu lalu lintas sehingga terjadi benturan.

“Pengakuan sementara sopir, lampu hijau. Sepeda motor menerobos dan terjadi tabrakan. Setelah kejadian, sopir sempat meninggalkan lokasi untuk mengantar penumpang,” jelas AKP Bachtiar.

Baca juga:  Kakak-adik Jatuh ke Sungai, Satu Belum Ditemukan

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab kecelakaan.  “Kami masih dalami terkait kendaraan yang digunakan. Untuk saat ini mobil belum ditahan,” tegasnya.

Dari informasi yang beredar, Putu Hari Swastika merupakan sopir Camat Banjar. Saat kejadian, yang bersangkutan disebut hendak mengantar rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Banjar.

Namun nahas, setibanya di perempatan Jalan Laksamana–Serma Karma, kecelakaan tidak dapat dihindari. “Kita masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi kejadian untuk memastikan penanganan perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tutup Bachtiar.

Sebelumnya, korban tabrakan, Made Serina (59) jatuh ke saluran air dan hanyut serta ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Lingkungan II, kawasan Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Senin sore.

Baca juga:  Sedang Terima Telepon, HP Dijambret

Isak tangis keluarga dan kerabat mewarnai proses evakuasi jenazah korban. Sejumlah pihak tampak menyaksikan saat jenazah diangkat dari bibir pantai untuk selanjutnya dibawa menggunakan mobil jenazah.

Salah satu saksi mata, Jro Mangku Made Susila, menuturkan penemuan jenazah terjadi saat dirinya bersama beberapa warga sedang melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan Pura Petirtan Lingga Pawitra. Saat itu, salah seorang rekannya melihat sesosok tubuh mengambang di tepi pantai.

“Kami sedang bersih-bersih. Salah satu rekan melihat ada jenazah mengambang di pinggir pantai. Tanpa berpikir panjang, kami langsung mengangkatnya ke bibir pantai,” ujar Made Susila.

Atas penemuan tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan tim gabungan. Informasi mengenai temuan jenazah itu pun langsung disampaikan, mengingat kuat dugaan bahwa korban merupakan pengendara yang sebelumnya dilaporkan terseret arus di seputaran Jalan Laksamana hingga Jalan Serma Karma.

Baca juga:  Lampiran Perpres Soal Miras Dicabut, Kapolresta Sebut Niat Gubernur Mulia

“Kebetulan almarhum merupakan mantan pimpinan di Pemkab Buleleng. Kami langsung menghubungi pihak keluarga dan semuanya segera datang ke lokasi,” imbuhnya.

Made Susila yang juga Kelian Adat Desa Banyuasri Kelod menyebutkan, almarhum Made Serina dikenal sebagai sosok yang pendiam dan bersahaja. Ia diketahui telah memasuki masa purnabakti sekitar setahun lalu.

“Beliau orangnya pendiam dan sangat kami hormati. Setelah pensiun, kami masih sering berkomunikasi. Saya juga kerap menjemput beliau,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan jenazah korban berhasil ditemukan sekitar pukul 16.50 WITA berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian. Berdasarkan perkiraan, jenazah sempat mengambang di pesisir Pantai Penimbangan sebelum akhirnya ditemukan di kawasan Pantai Lingga. (Nyoman Yudha/balipost)

 

BAGIKAN