
DENPASAR, BALIPOST.com – Situasi memanas di luar negeri akibat perang, berdampak pada melambungnya harga emas di Indonesia. Akibatnya daya beli masyarakat terhadap emas berkurang.
Sementara warga Bali sebagian beralih membeli emas kadar muda karena harganya terjangkau. Seperti disampaikan pemilik Toko Emas Sinar Murni di Pasar Kereneng Lantai II Blok 69, Jalan Kamboja, Denpasar Timur, Haji Shohib, Rabu (7/1), harga emas di awal 2026 kembali naik.
“Naiknya harga emas ini karena pengaruh situasi di luar negeri, terutama perang Amerika dengan Venezuela. Sangat besar pengaruhnya. Sebelumnya sempat anjlok,” ujarnya.
Menurut Haji Shohib, per hari ini harga emas 24 karat per gram Rp2.390.000 untuk yang lokal. Sedangkan emas Antam sekarang menyentuh harga Rp3 juta. Terkait stok emas lokal tersedia karena terus diproduksi.
Sementara emas Antam masih produk tahun sebelumnya. “Untuk emas Antam tahun 2026 belum produksi, masih (produk) tahun-tahun kemarin,” kata Shohib.
Sedangkan konsumen di Bali, menurut pemilik toko emas beralamat di Jalan Gunung Kalimutu, Denpasar ini, sebagian beralih ke emas kadar muda karena lebih murah. Untuk emas kadar muda 8 karat harganya sekitar Rp1 jutaan.
Untuk harga jual tetap dengan potongan 10 persen dari harga beli dan dilihat juga kondisi barangnya. Saat ini daya beli masyarakat agak berkurang karena harga emas terus naik.
“Mudah-mudahan harga emas stabil, bisa kerja lebih enak, jual gampang. Sekarang kan tidak menentu. Tahun lalu lumayan daya beli masyarakat. Pas waktu Corona banyak orang jual emas,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)









