
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemberian bantuan kreativitas Sekaa Teruna dan Yowana Kabupaten Badung tahun 2026 naik fantastis. Bantuan dari APBD yang dikucurkan untuk mendukung kreativitas pembuatan ogoh-ogoh itu mencapai Rp 40 juta, dari yang sebelumnya Rp 25 juta atau naik sekitar 60 persen.
Kenaikan ini disambut positif oleh pelaku seni di Badung, yang menilai dukungan pemerintah semakin menguatkan ruang ekspresi budaya di kalangan anak muda.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha, saat dikonfirmasi Minggu (30/11), membenarkan adanya kenaikan tersebut.
Ia menegaskan bahwa besaran bantuan tersebut merupakan keputusan langsung pimpinan daerah. “Kami berharap agar betul-betul ogoh-ogoh itu adalah dibuat dengan maksimal sebagai ruang atau media untuk menampilkan kreativitas dan imajinasi dari sekaa teruna,” ujarnya.
Sudarwitha menjelaskan, bantuan ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik ogoh-ogoh, tetapi juga mendukung pementasan secara utuh. Pada Festival Lomba Ogoh-Ogoh Bhandana Bhuhkala 2026, sebanyak 21 ogoh-ogoh dari tujuh zona akan tampil di Puspem Badung.
Menurutnya, kenaikan anggaran ini sekaligus diharapkan mampu mengatasi kendala dana yang selama ini menjadi tantangan bagi peserta.
“Jadi kami berharap agar tidak ada lagi terkendala dana. Walaupun mungkin di beberapa wilayah, justru dana yang dihabiskan jauh lebih besar dari bantuan yang berikan. Namun secara umum diharapkan untuk mencukupi, mawadahi, dan memberikan ruang bagi sekaa teruna dan yowana untuk berkreativitas,” terangnya.
Ia menambahkan, bantuan direncanakan cair pada Februari 2026. Tahun 2026, Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung juga akan tetap mengacu pada kriteria 2025 dengan sejumlah penyempurnaan. Pemerintah menekankan penggunaan bahan ramah lingkungan dan melibatkan undagi lokal Badung. Pihaknya ingin memastikan bahwa proses penciptaan ogoh-ogoh benar-benar mengedepankan identitas daerah.
“Utamanya juga terkait dengan kedisiplinan peserta, agar betul-betul pembuatan ogoh ogoh dibuat oleh Sekaa Teruna dan Yowana, kemudian arsitek atau undaginya adalah dari Kabupaten Badung. Dengan demikian, dapat bermakna dan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda,” katanya. (Parwata/balipost)









