
JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta maaf dan akan mengevaluasi kinerja DPR. Pernyataan ini menyusul demo berhari-hari dengan menewaskan seorang Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis (rantis) polisi.
“Pertama-tama tentu saja atas nama anggota DPR dan pimpinan DPR, sekali lagi saya meminta maaf jika kami sebagai wakil rakyat belum bisa bekerja dengan baik secara sempurna,” katanya usai ke rumah duka Affan Kurniawan bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung, di Jakarta, Sabtu (30/8).
Dikutip dari Kantor Berita Antara, demo di Jakarta berlangsung karena warga tidak suka pada sikap DPR serta tunjangan-tunjangan yang dinilai sangat besar. Pada Kamis (28/8), Affan meninggal karena pembubaran demo tersebut, dan videonya viral di berbagai platform media sosial.
Puan menyebutkan, pihaknya akan mengevaluasi, berbenah diri, dan mendengar aspirasi rakyat, juga bergotong-royong membangun bangsa secara lebih sehat dan lebih baik.
“Dan marilah kita bangun bangsa ini bersama-sama. Kita berdiskusi, kita dengarkan masukan-masukan dari hara tokoh bangsa, dari tokoh-tokoh dalam membangun bangsa ini,” katanya.
Ketika ditanya awak media soal tunjangan rumah DPR, Puan mengatakan, sudah disampaikan bahwa itu hanya sampai ke Oktober.
Kemudian, ketika ditanya awak media tentang pembenahan cara berkomunikasi anggota DPR yang berisiko memicu amarah publik, dia menyebutkan agar semua harus menahan diri, saling menghormati dan menghargai, dan tidak saling menyakiti.
Namun dia tidak merespon ketika ditanya tentang anggota DPR yang diduga lari ke luar negeri.
Dalam kesempatan itu, dia menyebutkan bahwa dia akan membantu keluarga almarhum Affan Kurniawan agar dapat tetap bekerja, juga agar saudara-saudaranya bisa melanjutkan pendidikannya.
“Jadi saya juga menyampaikan kepada kedua orang tuanya, Insya Allah kakak dan adiknya bisa dibantu sekolahnya oleh Pak Gubernur,” katanya.
Selain itu, dia akan menyediakan kendaraan bagi bapak dari almarhum Affan, karena dia juga bekerja sebagai pengemudi ojek online.
“Karena motor dari Almarhum rusak atau kendaraan belum ditemukan, saya juga menawarkan jika membutuhkan untuk ada kendaraan,” katanya.
Dia juga meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Dan kami tentu saja akan mengawal ini sampai selesai. Dan jangan sampai insiden seperti ini terjadi kembali,” katanya.
“Insya Allah keluarga diberikan kekuatan, keikhlasan, dan ketabahan dalam menerima musibah ini. Dan semoga amal ibadah dari Almarhum Afan Kurniawan bisa diterima oleh Allah SWT,” dia melanjutkan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya menyediakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi saudara-saudara Affan. (kmb/balipost)